Cuaca Buruk, Shipping Line Rugi Rp 840 Juta

Cuaca Buruk, Shipping Line Rugi Rp 840 Juta

Dampak cuaca buruk yang melanda sejumlah peraiaran Indonesia dirasakan oleh shipping line (perusahaan pelayaran). Asosiasi Pemilik Kapal Indonesia atau DPC Indonesian National Shipowner Association (INSA) Surabaya mengungkapkan kerugian sejak adanya maklumat pelayaran (Mapel) ini kurang lebih USD 70.000 atau setara Rp 840 juta.

“Kerugian yang dirasakan tidak bisa diajukan klaim, karena berkaitan dengan alam,” ujar Ketua Umum DPC Indonesian National Shipowners’ Association INSA Surabaya Steven H.Lasewengan, Jumat (17/1/2014).

Ia menyebut, untuk sewa kapal saja bisa mencapai USD 3.500 selama tujuh hari. Hitungan itu belum termasuk muatan. “Masalahnya pihak shipping line tidak bisa mengajukan klaim dan harus menanggung kerugian. Meskipun pengiriman itu juga melibatkan pihak forwarder,” papar dia.

Sejak diterbitkannya maklumat pelayaran Mapel oleh Kantor Kesyahbandaran Utama Tanjung Perak tentang cuaca buruk, jumlah kapal yang tidak berlayar mencapai 20.

Steven tidak menyebut detail muatan yang dibawah 20 kapal yang batal berlayar dengan ukuran dibawah 5.000 DWT. “Susah untuk mengetahui dan menghitung kerugiannya berdasarkan muatan. Masalahnya setiap kapal memiliki tujuan dan muatan tertentu. Misalnya kapal ke Makassar dengan kapal ke Banjarmasin, memiliki muatan yang berbeda,” ungkapnya.

Kata dia, DPC INSA Surabaya akan mematuhi maklumat pelayaran yang dikeluarkan oleh Kantor Kesyahbandaran Utama Tanjung Perak dan BMKG. “Kita tetap berpatokan pada regulator. Apakah itu bentuk larangan maupun himbauan, semuanya akan kita patuhi,” tegasnya.

Sebelumnya Kantor Kesyahbandaran Utama Tanjung Perak menerbitkan maklumat pelayaran (Mapel) yang berisi himbauan untuk mewaspadai cuaca buruk. Mapel ini ditujukan kepada kapal-kapal kecil agar tidak berlayar mengingat gelombang mencapai enam meter disejumlah perairan Indonesia.(wh)