Cuaca Buruk Ancam Pencarian MH370

Cuaca Buruk Ancam Pencarian MH370

Upaya  lanjutan pencarian pesawat Malaysia Airline MH370 yang  diduga jatuh di Samudera Hindia dibayangi ancaman cuaca buruk.  Saat ini, sebelas pesawat militer, satu pesawat sipil, dan 15 kapal yang menjelajahi wilayah seluas lebih dari 18.400 mil persegi (47.600 km persegi ) di Samudera Hindia selatan pun kembali bergerilya. Pusat zona pencarian sekira 1.400 mil (2.200 km), sebelah barat laut dari Perth di pantai barat Australia.

Melansir Sky News, Senin (14/4/2014), kapal asal Australia, Ocean  Shield terus menggunakan derek Pinger Locator untuk mencoba mengambil sinyal dari kotak hitam Boeing 777-200ER itu. Kapal HMS Echo, Royal Navy, membantu pencarian bersama dengan pesawat angkatan udara Australia, P-3 Orion.

Pusat Koordinasi Badan Bersama, sebuah badan internasional operasi pencarian, mengungkapkan tidak ada deteksi akustik yang bisa dikonfirmasi dalam 24 jam terakhir. Ada kekhawatiran, sinyal kotak hitam pesawat itu telah mati setelah satu bulan, usai pesawat tersebut menghilang lebih dari lima minggu lalu.

Cuaca buruk juga diperkirakan akan melanda wilayah ini, sehingga membuat pencarian menjadi lebih sulit. Sebuah kapal selam mini, HMS Echo, diturunkan ke laut untuk melihat adanya reruntuhan pesawat.

Kapal selam membutuhkan waktu enam kali lebih lama untuk mencari dari area yang sama dengan locator pinger. Pencarian ini akan membutuhkan antara enam minggu sampai dua bulan untuk mendekati zona pencarian saat ini. (okz/ram)