CT: Status Blok Mahakam Terserah Jokowi

CT: Status Blok Mahakam Terserah Jokowi

Menko Perekonomian Chairul Tanjung (CT) mengatakan, penentuan nasib pengelolaan Blok Mahakam dipegang penuh Dirjen Migas Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) serta Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas). Kontrak pengelolaan Blok Mahakam berakhir pada 2017 mendatang.

Menurut Menteri ESDM ad interim ini, penentuan pengelola Blok Mahakam bersifat teknis. Karena itu harus dibahas bersama dengan pihak yang bertanggung jawab dalam pengawasan, seperti Dirjen Migas dan SKK Migas.

“Blok Mahakam sudah kita bicarakan juga. Itu kita tugaskan kepada Dirjen Migas dan Kepala SKK Migas untuk membahasnya. Saya tidak mau terlibat secara detail terkait itu, tetapi petunjuk saya kepada Dirjen Migas dan Kepala SKK Migas untuk segera menyelesaikannya,” ujarnya.

Selain itu, keputusan penting lain yang dipegang Dirjen Migas dan SKK Migas adalah East Natuna, dan Blok Tangguh Train III.  Karena itu, dia berharap semua pekerjaan rumah tersebut bisa diselesaikan secepatnya.

Dia mengaku pembahasan tersebut tidak bisa diselesaikan pada masa periode kepemimpinannya. Namun diharapkan keputusan yang dibuat lembaganya bisa menjadi landasan yang baik bagi pemerintahan berikut.

Wakil Menteri ESDM Susilo Siswoutomo mengatakan, penyelesaian kontrak blok migas yang akan habis masa kontraknya akan diatur dalam Peraturan Menteri ESDM yang segera terbit. Peraturan tentang perpanjangan kontrak itu ditargetkan selesai akhir September ini. “Sekarang sedang finalisasi. Kami akan rapat sekali lagi, kemudian dipresentasikan ke Pak Menteri. Mudah-mudahan selesai akhir September ini,” katanya.

Untuk diketahui, Blok Mahakam yang selama ini dikelola PT Total EP Indonesie akan berakhir kontraknya pada 2017. PT Pertamina (Persero) dan Total pun ‘rebutan’ untuk bisa mengelola salah salu blok migas terbesar di Indonesia itu. (rmo/ram)