CT Peringati Hari Ibu Surabaya Bareng Risma dan Caisar

CT Peringati Hari Ibu Surabaya Bareng Risma dan Caisar

Ribuan ibu di Kota Surabaya merayakan peringatan Hari Ibu dalam nuansa kebersamaan di Taman Surya, Minggu (22/12/2013). Ibu-ibu dengan berbagai latar belakang status sosial, dari yang memiliki status marginal hingga yang sudah merasakan nikmatnya sukses, disatukan dalam suasana akrab.

Kebersamaan tersebut dimaksudkan sebagai momen untuk transfer ilmu dari ibu-ibu yang sudah sukses menjadi pengusaha kepada ibu-ibu yang masih merintis jalan menuju sukses. Tidak ketinggalan, ibu-ibu yang telah menjadi ‘pahlawan’ bagi para kepala Satuan Kerja Perangkat Dinas (SKPD) Pemkot Surabaya, ikut hadir.

“Yang ingin saya sampaikan di Hari Ibu ini, kita harus jaga kebersamaan. Sebab, hanya dengan kebersamaan kita bisa membangun Surabaya menjadi kota yang maju dan lebih baik,” tegas Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini dalam sambutannya.

Kepada para ibu pekerja di Kota Pahlawan yang selama ini telah bekerja keras demi menafkahi keluarganya, Pemkot Surabaya memberikan apresiasi khusus. Mereka diantaranya berprofesi sebagai penjual nasi jagung, penjual dawet, penjual tape, tukang pijat, buruh pabrik, buruh cuci. Profesi yang terkadang dipandang sebelah mata oleh orang lain itu mereka lakoni selama puluhan tahun dengan tanpa mengeluh.

“Terkadang kita tidak sadar bahwa tanpa beliau-beliau ini, kita akan kerepotan. Kita butuh mereka,” jelas Risma ketika memberikan penghargaan.

“Alhamdulillah. Kita masih mendapatkan perhatian dari Ibu walikota. Terima kasih ibu wali,” ujar Hamiyah (44 tahun), warga Kelurahan Dukuh Setro yang sudah berjualan dawet selama hampir 20 tahun.

Selain perempuan-perempuan pekerja yang punya semangat luar biasa untuk sukses, para perempuan yang telah sukses dalam pekerjaannya, tampil memberikan testimoni. Salah satunya, Ivy Kamajaya. Dalam testimoni nya, dia menyampaikan bahwa ibu-ibu harus memiliki optimisme dalam menjalankan profesinya. “Kita harus melihat tantangan sebagai kesempatan, lihat masalah sebagai peluang,” ujarnya.

Tidak ketinggalan adalah penampilan para kepala SKPD Pemkot Surabaya yang naik pentas dengan menyanyikan beberapa lagu khusus untuk memperingati Hari Ibu. Mereka diantaranya Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, Suharto Wardoyo yang tampil sebagai lead vokal didampingi Asisten I Sekkota, Yayuk eko Agustin, Kepala Dinas Komunifo Surabaya, Antiek Sugiharti, Kepala Bapemas KB, Nanis Chaerani, Kepala Bappeko Surabaya, Agus Imam Sonhaji dan Kabag Humas Pemkot Surabaya, Muhamad Fikser. Sementara Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian, Widodo Suryantoro tampil sebagai gitaris.

Acara semakin meriah ketika Caisar tampil dengan joged Caisar, goyang kereta malam dan juga oplosan. Puluhan ibu-ibu dari 31 kecamatan dengan dandanan unik dan menarik, antusias berjoget Caisar.

Peringatan hari ibu tahun 2013 ini juga bersamaan dengan agenda puncak pahlawan ekonomi Surabaya. Beberapa sentra industry kecil terpilih menjadi yang terbaik dalam anugerah pahlawan ekonomi 2013. Untuk kategori “home industry”, juara I diraih Usaha Kecil Menengah (UKM) DD I Tenggilis Mejoyo dengan sambal asli Surabaya. Untuk kategori “industry kreatif” diraih UKM Kharisma dari Tegalsari. Dan untuk kategori “kuliner dan bisnis” diraih UKM Pecel Dewi dari Kecamatan Tandes.

“Warga Surabaya tidak boleh malas, harus kerja keras. Kalau kita kerja keras dan diiringi doa, Insya Allah Tuhan akan memberikan jalan. Kalau kita malas, anak-anak kita yang akan menanggunng akibatnya. Kita harus siapkan anak-anak kita bisa bersaing dengan anak-anak lain di seluruh dunia,” pesan Walikota Risma.

Sementara Ketua Komite Ekonomi Nasional (KEN), Chairul Tanjung. Dalam sambutannya, pria sukses yang kini menjadi bos Trans Corp ini membagi kisah sukses. Chairul Tanjung yang masa kecilnya tinggal di tepi sungai dan gemar makan singkong, berpesan kepada ibu-ibu agar menjadikan anak-anak mereka lebih sukses, lebih disiplin dari orang tuanya. “Dan itu hanya bisa diraih karena kerja keras orang tuanya,” ujar Chairul.

Dijelaskan Chairul Tanjung, hingga Oktober 2013, inflasi di Surabaya saat ini hanya 0,3 persen. Menurutnya, itu prestasi luar biasa. Begitu juga pertumbuhan ekonomi yang mencapai 7,35 persen. “Kalau Surabaya makin maju, maka kesejahteraan warganya akan lebih merata. Surabaya punya walikota luar biasa, harus diimbangi dengan warganya, supaya lebih maju lagi dan jadi kota paling maju di Indonesia,” sambung Chairul Tanjung.(wh)