CT: Mulailah Usaha dari Lingkungan Terdekat

CT: Mulailah Usaha dari Lingkungan Terdekat
Chairul Tanjung dan Tri Rismaharini menjadi pembicara dalam acara d’Preneur di Dyandra Covention Hall, Minggu (14/6/2015). arya wiraraja/enciety.co

Keberanian dan jaringan merupakan kebutuhan dasar untuk menjadi seorang entrepreneur. Untuk memulai usaha, seseorang harus mulai dari lingkungan terdekat.

“Untuk membaca sebuah peluang usaha, seseorang harus dapat mengetahui kebutuhan lingkungan sekitarnya,” ungkap Chairul Tanjung atau yang karib disapa CT, saat menjadi mentor dalam d’Preuner, di Dyandra Convention Hall , Jalan Basuki Rahmad Surabaya, Minggu (15/6/2015).

CT mengenang, saat pertama menekuni profesinya sebagai seorang entrepreneur. Saat masih duduk di bangku kuliah, dirinya pernah menjadi seorang tukang foto copy.

Setelah berhasil menyelesaikan pendidikan S1 saya menjadi seorang pengusaha informal yang tidak memiliki perusahaan berbadan hukum, baik itu UD, CV maupun PT,” ungkap orang terkaya urutan 937 di dunia versi majalah Forbes itu.

Ia beranggapan bahwa seseorang yang memiliki modal uang yang banyak belum tentu sukses untuk memulai sebuah usaha. “Uang bukan modal utama untuk membangun sebuah bisnis, dengan modal ketekunan dan jaringan seseorang dapat menjadi entrepreneur yang sukses” imbuhnya.

Lebih lanjut, dirinya mengatakan untuk membangun sebuah usaha dibutuhkan tekat kuat yang disertai dengan kerja keras. “Dalam memulai sebuah usaha setiap orang pernah merasakan gagal, dengan komitmen pada diri sendiri untuk selalu berfikir optimis niscaya kesuksesan akan datang pada kita,” ungkap.

Sementara itu, Tri Rismaharini, Wali Kota Surabaya mengatakan, untuk membangun sebuah usaha dan menjadi seorang entrepreneur di butuhkan kreatifitas dan ketekunan.

“Konsep yang sudah kita rumuskan harus dilakukan dengan semaksimal mungkin, dalam prosesnya timbul banyak komentar yang negatif, namun jika kita konsisten akan kinerja kita, semua usaha yang kita lakukan akan melahirkan hasil yang positif,” ungkap Walikota perempuan pertama Kota Surabaya itu.

Dirinya mengatakan, selain modal finansial, kreativitas dan jaringan di butuhkan pula modal sumber daya manusia (SDM) yang mumpuni. “Untuk menjadi entrepreneur yang handal, kita harus terus banyak belajar dan berlatih, jangan sampai kita cepat berpuas diri, karena dengan adanya masyarakat ekonomi Asean (MEA) tantangan kita akan semakin berat,” tegasnya.

d’Preneur digagas Pemerintah Kota Surabaya bekerjasama dengan konten media Detik.com, Layaria, dan Start Surabaya. Kegiatan ini di selenggarakan untuk melahirkan bibit-bibit muda entrepreneur Kota Surabaya. (wh)