CT Kaji Gugatan Balik ke Newmont

 

CT  Kaji Gugatan Balik ke Newmont

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Chairul Tanjung menerima surat dari Newmont yang menyatakan mereka bersedia berunding, tapi proses gugatan arbitrase tetap berjalan. CT pun bersedia berunding asalkan ada syarat yang harus dipenuhi.

“Kalau CEO-nya (CEO Newmont Mining Corporation, Michael J Goldberg) datang dan mereka mencabut (gugatan), kami akan berunding,” kata dia di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Selasa 5 Agustus 2014.

Menteri yang biasa disapa CT itu mengatakan, hal tersebut ada di akhir surat tersebut. Dia pun terkesan kesal ketika melontarkan pendapat tersebut.  “Coba bayangkan, setiap hari berapa kali overhead mereka. Mereka, kan rugi. Suratnya menyatakan mereka ingin ke opsi perundingan untuk kedua belah pihak, tapi di kalimat terakhirnya menyatakan tidak mengurangi hak mereka menggugat kita di arbitrase seusai kontrak karya. Silakan saja. (Mereka) mau menang sendiri,” kata dia.

Ketika ditanya apakah pemerintah akan menggugat balik perusahaan tambang yang berinduk di Amerika Serikat itu, CT pun menjawab Indonesia telah mengambil kuda-kuda. “Sabar. Yang pasti saya sudah memegang keputusan presiden untuk hak menghadapi gugatan, termasuk menghadapi gugatan balik. Kalau saya tidak melihat mereka punya niat yang baik, jangan salahkan saya kalau melakukan langkah yang ada di luar perkiraan mereka,” kata dia.

Sebelumnya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan kekecewaannya terhadap sikap PT Newmont Nusa Tenggara yang menggugat pemerintah ke pengadilan arbitrase. “Presiden menyatakan kekecewaannya terhadap Newmont, karena merusak keadilan bangsa Indonesia dan mereka tidak menghargai bekerja di atas Tanah Air Indonesia tempat kelahiran nenek moyang Indonesia,” ujar CT.

SBY, kata CT, juga akan menindak tegas Newmont yang tidak menghargai Indonesia. Untuk itu, Presiden sudah langsung menandatangani Keputusan Presiden untuk menunjuk tim terkait gugatan Newmont.

“Beliau mengatakan, cari lawyer terbaik, pastikan Indonesia menang,” kata CT menirukan imbauan Presiden SBY. Menurut CT, pengacara negara, Jaksa Agung, dan Menteri Hukum dan HAM juga ikut dalam upaya hukum di pengadilan arbitrase. (vva/ram)