CT: 54 Persen Perekonomian Jatim Ditopang UKM

CT: 54 Persen Perekonomian Jatim Ditopang UKM
Chairul Tanjung saat Dialog Interaktif di Masjid Al Akbar Surabaya, Jumat (3/7/2015). arya wiraraja/enciety.co

Untuk menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) yang mulai diberlakukan pada bulan Desember 2015, Pemerintah Provinsi Jatim harus membantu mempersiapkan masyarakatnya.

Hal itu disampaikan oleh Chairul Tanjung, saat Dialog Interaktif dengan tema Membangun Kemandirian Ekonomi Rakyat, di Masjid Al Akbar Surabaya), Jumat (3/7/2015)

CT, sapaan karibnya, mengatakan bahwa pada dasarnya pengertian MEA secara luas dapat diartikan sebagai saling berbagi  dan saling mengerti dibidang ekonomi.

“Pemerintah harus mengerti hal yang dibutuhkan oleh rakyatnya, Pemerintah harus mampu membantu dan mendorong rakyatnya berkembang, contohnya bidang ekonomi kreatif dan lain sebagainya,” terang orang terkaya urutan 937 di dunia versi majalah Forbes itu.

Ia menambahkan bahwa 54 persen perekonomian di Provinsi Jawa Timur ditopang oleh para penggiat Usaha Kecil Menengah (UKM). “UKM adalah salah satu senjata kita untuk bersaing dalam MEA yg mulai diberlakukan Desember 2015,” imbuhnya.

Selain itu, dirinya mengatakan bahwa tugas Pemerintah saat ini bukan hanya melakukan perlindungan pada Sumber Daya Alam (SDA).

“Seharusnya Pemerintah juga membuat sebuah peraturan untuk melindungi Sumber Daya Manusia (SDM) yang ada di negaranya, misalnya tenaga pengajar dan tenaga kesehatan. Pemerintah harus membuat peraturan sampai dilevel yang paling rendah contohnya perda,” papar dia.

Ia melanjutkan, dalam peraturan tersebut Pemerintah memberikan perlindungan yang menjamin bahwa tenaga kerja Indonesia nantinya mendapatkan pekerjaan yang layak.

“Hal tersebut juga harus berjalan seimbang dengan peningkatan SDM yang ada, selain itu Pemerintah jangan lupa untuk ikut mendorong masyarakatnya agar dapat mengembangkan pribadinya sendiri,” papar dia.

CT juga mengingatkan ada beberapa SDA yang harus dilindungi. “Salah satunya adalah produk pertanian, seperti beras, cabe dan gula. Karena saat ini sekitar 99,22 persen produk yang beredar dipasar Asean sudah bebas pajak, jangan sampai produk kita kalah dengan produk-produk eksport, tegas dia. (wh)