Crown Group Bangun Apartemen di North Sydney

Michael Ginarto (tengah) saat peluncuran apartemen Skye by Crown. artika farmita/enciety.co

Pengembang properti premium yang didirikan dan dipimpin CEO kelahiran Surabaya, Iwan Sunito, meluncurkan apartemen premium di Sydney. Crown Group merilis Skye by Crown yang dibangun di North Sydney, khusus untuk pangsa pasar Indonesia.

Crown International Holdings Group yang dinahkodai Iwan ini dikenal sebagai salah satu pengembang terbesar di Sydney, Australia. Ikatan emosional sebagai arek Suroboyo lalu mendorong Iwan untuk menyediakan 30-40 unit khusus pembeli Surabaya.

Skye by Crown merupakan salah satu dari beberapa proyek prestisius Crown Group lainnya. Di antaranya ialah Viking by Crown, V by Crown, dan Viva by Crown. Total proyek keempatnya senilai Rp 10 Triliun. Pertama kali diluncurkan bulan Juni di Australia, Skye telah terjual sekitar Rp 1 Triliun di seluruh dunia. Nilai proyek Skye-Crown sebesar AUS $ 250 juta atau sekitar Rp 2,5 triliun. Total kamar sejumlah 238 unit, dengan harga mulai dari AUS $ 620 ribu.

“Yang membedakan Skye dengan proyek apartemen lainnya ialah ia lebih prime. Serta dekat dengan ikon Negeri Kangguru, Harbour Bridge yang tersohor,” ulas Crown Group Country Director for Indonesia, Michael Ginarto  di Hotel Sheraton, (22/11/2013).

Letaknya hanya berjarak 5 menit dari Harbour Bridge. Michael melanjutkan, orang Indonesia pasti tahu bahwa North Sydney adalah area prime. Maka, Crown Group menargetkan Skye bagi professional muda, investor, dan pensiunan.

Sleain itu, Skye terletak di distrik bisnis terbesar ke-2 Sydney dan Dirancang oleh Koichi Takada, arsitek kenamaan asal Jepang. Dilengkapi dengan kolam renang tanpa batas di lantai tertinggi, Skye layak disebut sebagai apartemen dengan fasilitas hotel bintang 5.

Dari 20 lantai apartemen Crown Group tersebut, terdapat 6 tipe kamar yang ditawarkan, di antaranya studio, kamar dengan satu, dua, dan tiga tempat tidur. Tipe kamar studio termurah, memiliki luas 46 m2. Ukuran ini tergolong istimewa, sebab standar apartemen termewah Indonesia hanya 36 m2.

 

Michael Ginarto (tengah) saat peluncuran apartemen Skye by Crown. artika farmita/enciety.co
Michael Ginarto (tengah) saat peluncuran apartemen Skye by Crown. artika farmita/enciety.co

Untuk investasi properti, di Sydney tergolong mudah dan nyaman. Sebagian besar apartemen di sana memakai sistem freehold atau sertifikat hak kepemilikan 100%. Untuk warga negara asing, 70-80% dana bisa menggunakan uang bank Australia, dengan downpayment 20-30%. Yang menguntungkan, suku bunga bank Australia relatif lebih rendah dibandingkan dengan Indonesia. Bahkan tahun 2013 ini, suku bunga diturunkan pada kisaran 4,86-4,98.

Kemudahan berinvestasi pun didukung dengan regulasi yang baik. Pihak Foreign Investment Review Board (FIRB) akan membantu menentukan area mana yang boleh ditanam investasi. Beserta besaran komposisi investor asing yang bisa memiliki asset properti di Australia. Minat pembelian properti oleh orang Indonesia terbilang tinggi. Michael lantas memaparkan fakta, Indonesia adalah pembeli terbesar ke-2 Crown, setelah China.

“Orang-orang Indonesia semakin tertarik untuk berinvestasi di Sydney. Nilai properti di Sydney ditunjang oleh kondisi ekonomi yang kuat. Serta sarana transportasi, pusat perbelanjaan, dan pendidikan yang baik,” tuturnya.(wh)