Coblosan Pilpres, Kota Surabaya Lengang

 

Coblosan Pilpres, Kota Surabaya Lengang

Suasana kota Surabaya pada hari pemilihan presiden (pilpres), Rabu (9/7/2014), terliaht lengang. Coblosan yang menentukan nasib bangsa ditambah puasa Ramadan dan suasana Piala Dunia 2014, membuat banyak perkantoran swasta tutup. Agaknya, mayoritas masyarakat tidak beraktivitas walaupun tidak ada pengumuman libur resmi.

Kota Surabaya pun seakan-akan mati suri. Jalur protokol yang biasanya ramai sejak pagi hari terlihat lenggang. Seperti di kawasan Jalan Raya Darmo, Blauran, Bubutan, hingga kawasan pecinan Kya-Kya Kembang Jepun, banyak perkantoran yang meliburkan dirinya. Bank-bank pun turut tidak membuka transaksi pada Rabu.

Sunarko, salah satu warga Surabaya saat ditemui enciety.co sedang berjalan kaki, mengatakan dirinya merasa senang bila kota Surabaya sepi setiap hari seperti ini.

“Ndak macet itu enak. Suasana lengang kalau jalan kaki tidak takut tertabrak. Samgat nyaman sekali,” aku karyawan swasta di kawasan Panglima Sudirman ini.

Ia menduga, sepinya kota bukan karena pemilihan presiden, namun karena oleh warga dimaksudkan untuk menjalankan ibadah puasa di rumah masing-masing. Belum lagi adanya pentas sepak bola dunia 2014 yang baru saja tergelar Brasil melawan Jerman.

“Kalau cuma pilpres wong nyoblosnya gak ruwet karena hanya dua calon saja. Iya kalau kemarin pas pileg surat suaranya bikin bingung,” tandas Sunarko.

Hal senada diakui Antok, warga Jagir Wonokromo. Kelengangan Kota Pahlawan dirasakan menyenangkan. “Rasanya adem kalau Surabaya gak banyak kendaraan yang lalu lalang,” ucap dia.(wh)