Clinton vs Trump Tarung Dipanggung Pilpres AS

Clinton vs Trump Tarung Dipanggung Pilpres AS

foto: newsx.com

Hillary Clinton dari Partai Demokrat dan Donald Trump dari Partai Republik bakal bertarung di panggung pemilihan Presiden Amerika Serikat. Dengan persaingan dua calon presiden itu maka para pemilih di 50 negara bagian akan mendapat suguhan tontonan bersejarah terbesar.

Kubu Demokrat mencalonkan sosok Clinton yang kaya akan pengalaman berpolitik, seorang pelopor jika dia berhasil merengkuh kesempatannya menjadi panglima wanita tertinggi pertama di Negara Adidaya itu.

Sedangkan kubu Republik mengusung Trump, pengusaha miliarder sekaligus pendatang baru di dunia politik yang akan menulis ulang pedoman kampanye jika dia kalah dari para rivalnya dalam bursa pencalonan saat pemilihan pendahuluan atau primary.

Persaingan sengit yang terjadi dalam pemilihan pendahuluan diperkirakan hanya sebagai pertunjukan awal karena dalam pemilihan presiden, pada 8 November akan terlihat persaingan sesungguhnya.

Warga negara Amerika dan warga negara lain di penjuru dunia juga dikejutkan dengan situasi saat pemilihan pendahuluan berlangsung di Amerika Serikat, di mana antara kandidat calon presiden di era modern berkampanye dengan saling serang menggunakan kalimat-kalimat hinaan dan merendahkan.

Terlepas dengan gaya kampanyenya, Clinton – mantan menteri luar negeri AS – berhasil meraih jubah calon presiden Partai Demokrat dengan penuh kegembiraan, pada Selasa (7/6) waktu setempat. Dia berhasil menjadi nominasi secara dramatis dengan meraih kemenangan di empat dari enam negara bagian termasuk, di California sebagai hadiah utama.

Mungkin malam terbesarnya dalam karir politiknya adalah pada saat dia menyatakan kemenangan ini sebagai tonggak bersejarah bagi kaum perempuan. Dia juga menyerang Trump soal isu perpecahan dan slogannya “Make America Great Again”. “Slogan itu adalah kode untuk mengajak Amerika mengalami kemunduran. Kembali ke waktu ketika peluang dan martabat hanya untuk beberapa orang, bukan untuk semua orang. Jangan biarkan orang lain mengatakan kalau hal-hal hebat tidak dapat terjadi di Amerika,” pungkasnya.

Tak mau kalah dengan rivalnya, Trump telah menjanjikan pertarungan yang berat dengan memilih untuk mencaci Clinton dalam pidato yang dianggap sebagai kemenangannya sendiri. Bahkan dia menuding Clinton bersama suaminya, yang sekaligus mantan presiden AS, Bill Clinton telah memperkaya diri dengan menjual akses, menjual kebaikan, hingga menjual kontrak-kontrak pemerintah.

Selain itu, Trump mengisyaratkan tidak akan ada bulan madu, seraya mengumumkan pidato utama yang akan diselenggarakan awal pekan depan, di mana dia akan membahas segala hal yang terjadi dengan Clinton. (afp/bst)