Citilink Cari Investor Strategis

Citilink Cari Investor Strategis

PT Citilink Indonesia berencana mencari partner kerja sama alias investor. Kemitraan itu bisa dalam sektor pendanaan atau pengalaman bisnis dalam jasa penerbangan.

Direktur Utama Garuda Indonesia Emirsyah Satar mengatakan pihaknya menunjuk penasihat keuangan (financial advisor), Standard Chartered Bank, untuk melakukan studi uji kelaikan (fit and proper test) investor stategis. “Garuda Indonesia akan tetap menguasai kepemilikan saham di Citilink Indonesia,” katanya.

Direktur Keuangan Garuda Indonesia Handrito Hardjono mengungkapkan investor yang akan bekerja sama dengan Citilink Indonesia dari dalam dan luar negeri. Direktur Utama Citilink Indonesia Arief Wibowo menegaskan maskapai akan mempertahankan konsep berbiaya murah (low cost carrier/LCC).

Citilink Indonesia akan membuka rute penerbangan regional, antara lain Malaysia, Singapura, dan Perth, Australia. Ini untuk memberikan kontribusi pendapatan mata uang Amerika Serikat (AS) kepada perusahaan.

“Portofolio pendapatan dari rute penerbangan regional sekitar 10 persen. Semuanya masih didominasi penerbangan domestik,” tuturnya.

Sepanjang tahun lalu, Citilink Indonesia mencatat pendapatan sebesar 273,4 juta dolar AS. Akan tetapi, perseroan mengalami kerugian 48,4 juta dolar AS. Ini disebabkan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

Citilink Indonesia akan membuka sembilan rute penerbangan di 2014. Dengan demikian, perusahaan akan melayani 37 penerbangan. Sampai tahun 2018, penerbangan regional akan mencapai 21 persen (metro)