Citilink Bukukan Laba Bersih USD 1,45 Juta

Citilink Bukukan Laba Bersih USD 1,45 Juta
foto: republika.co.id

PT Citilink Indonesia membukukan laba bersih USD 1,45 juta pada semester I-2015. Kinerja anak usaha PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) ini semakin positif dibanding periode sama tahun lalu ketika merugi hingga USD 15,95 juta.

Seiring dengan itu, laba sebelum bunga, pajak, depresiasi dan amortisasi (EBITDA) Citilink mencapai USD 9,80 juta hingga Juni 2015, turut membaik dibanding periode sama tahun lalu yang negatif USD 13,62 juta.

Sementara itu, pendapatan operasional Citilink mencapai USD 222,02 juta selama enam bulan pertama 2015, naik 28,1 persen dibanding periode sama tahun lalu USD 173,36 juta. “Keuntungan kami yang paling besar tetap dari penjualan tiket. Selain itu juga dari hasil program efisiensi yang dijalankan induk usaha,” kata President & CEO Citilink Indonesia Albert Burhan di Jakarta, Rabu (29/7).

Dari Januari-Juni 2015, Citilink berhasil mengangkut 4.345.642 penumpang atau meningkat 32 persen dari 3.282.844 penumpang pada periode yang sama tahun lalu. Menurut Albert, pemberlakukan tarif batas bawah diperkirakan cukup berpengaruh terhadap maskapai LCC. Dia berpendapat, jarak tarif antara Citilink dengan Garuda masih mempunyai rentang yang jauh. Perseroan tetap head to head dengan maskapai LCC yang lain. “Walaupun terkadang Garuda melakukan promo, dan harganya jadi tidak berbeda jauh. Tapi kami tetap punya pasar tersendiri. Kalau berbicara soal kompetitor, ketika tarif sekarang sudah hampir sama antara pemain LCC, maka penumpang akan memilih maskapai dengan service yang baik,” ujarnya.

Albert menambahkan, sale on board yang dilakukan cabin crew selama penerbangan bisa dibilang menguntungkan bagi LCC seperti Citilink. Namun, kontribusinya tidak terlalu besar terhadap pendapatan. Sale on board hanya merupakan salah satu bentuk pelayanan LCC. Sampai saat ini, Citilink mengoperasikan 35 pesawat, termasuk jenis Airbus A320. (bst)