Ciptakan Aplikasi Pemantauan Covid-19, Project Tim Dosen ITS Diterima IEEE

Ciptakan Aplikasi Pemantauan Covid-19, Project Tim Dosen ITS Diterima IEEE

Diana Purwitasari.foto:humas its

Menindaklanjuti kerja sama pembuatan web pemantauan pasien Covid-19 (Corona Virus Desease-2019) tracingCovid19.jatimprov.go.id bersama Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) melalui sebuah tim dosen mengembangkan aplikasi versi mobile yang bekerja sama dengan IEEE SIGHT (Institute of Electrical and Electronics Engineers Special Interest Group on Humanitarian Technology).

Adalah Dr Diana Purwitasari SKom MSc, Prof Dr Ir Mauridhi Hery Purnomo MEng, Dr Umi Laili Yuhana SKom MSc, Dr Berlian Al Kindhi SST MT, Agus Budi Raharjo SKom MKom PhD, Argo Winoto, Vincentius Raki Mahindara ST, Amir Mu’tashim Billah, Ahmad Laroy Bafi, sekelompok tim dosen, mahasiswa, dan seorang analis Covid-19 yang berhasil menciptakan project berjudul _Web Based Application for Tracing Covid-19 in East Java Province, Indonesia_. Yakni sebuah aplikasi versi mobile yang dipergunakan untuk memantau data pasien Covid-19 beserta visualisasi lokasinya di wilayah Jawa Timur.

Dr Diana Purwitasari SKom MSc selaku ketua tim menjelaskan, salah satu kekurangan sistem informasi di Indonesia adalah kurangnya data yang saling terintegrasi. Oleh karenanya, melalui aplikasi ini, Dinas Kesehatan Jawa Timur (Dinkes Jatim) dapat menjalankan fungsi _controlling_-nya secara optimal. Nantinya, Dinkes Jatim akan berkoordinasi dengan dinkes-dinkes kota serta kabupaten untuk pengumpulan data. “Namun akses penggunaannya terbatas dulu, tidak semua masyarakat bisa mengakses. Hanya level daerah,” ujar Diana.

Jika aplikasi ini berhasil diimplementasikan, tambah Diana, data yang terkumpul bisa diakses sesegera mungkin, sehingga mempermudah pekerjaan pemerintah. “_Update_ data bisa lebih cepat, jadi tidak lagi harus menunggu setiap sore untuk _update_ data secara manual seperti sekarang ini,” papar alumnus program master di Saga University, Jepang ini.

Meskipun begitu, lanjut Diana, aplikasi ini tetap membutuhkan kerja sama dan koordinasi terus-menerus dengan pemerintah. Sebab, pengawasan mengenai pelaksanaan seperti kesesuaian data, tampilan informasi, dan pengimpelentasian harus tetap diperhatikan. “Dukungan pemerintah juga bisa memperkecil masalah-masalah teknis dalam pelaksanaan nantinya,” sambung dosen yang menuntaskan program doktoralnya di ITS ini.

Berkat adaptasi ide yang bermanfaat ini, project yang dirancang selama tiga minggu ini berhasil diterima oleh IEEE SIGHT Special Covid-19 Projects, sebuah jaringan global yang bermitra dengan komunitas atau organisasi yang memanfaatkan teknologi untuk penanganan Covid-19. “Saat ini masih dilakukan pengecekan ulang, penambahan fasilitas-fasilitas lain yang dibutuhkan. Perkiraan Juni akan selesai, Juli sudah disosialisasikan,” tutur ibu satu anak ini.

Diana berharap, melalui aplikasi yang juga dapat digunakan untuk pemantauan virus dan penyakit menyebar lainnya ini, persebaran Covid-19 atau penyakit menyebar lain seperti demam berdarah dapat dipantau secara cepat, sehingga turut mempercepat penanganannya dan membendung penyebarannya. “Kami (tim ITS) akan terus melakukan pemeliharaan aplikasi ini sampai bulan Desember, tapi kita tetap berharap sebelum itu Covid-19 sudah berakhir,” pungkasnya. (wh)