Cinta Natomas Kembali Beroperasi

Cinta Natomas Kembali Beroperasi

Manajemen Joint Operating Body Pertamina Petrochina East Java (JOB P-PEJ) berhasil menyambung kembali tanki apung Floating Storage Offloading (FSO) Cinta Natomas dengan Single Buoy Mooring. Penyambungan kapal ini dilakukan pada Rabu (29/1/2014) malam lalu.

Eddy Frits Dominggus, general manager JOB P-PEJ, menyebutkan kapal sudah bisa beroperasi. FSO Natomas ini ialah tangki apung yang berfungsi menampung minyak, memisahkan minyak dengan air dan pengapalan minyak

“Mulai Rabu malam FSO Cinta Natomas sudah dapat menerima pengiriman minyak mentah dari CPA Mudi. Karena itu kami berharap hari Kamis ini, produksi JOB PPEJ sudah dapat berjalan normal,” kata Eddy Frits Dominggus.

Kata dia, FSO Cinta Natomas selama ini menjadi penampung sekaligus tanki apung dengan daya tampung total 50,000 barrel oil per day (BOPD). Produksi minyak itu berasal dari beberapa lapangan yaitu JOB P-PEJ (Sukowati dan Mudi), PEPC (Banyu Urip), Pertamina EP Asset-4 (Tiung Biru dan Cepu).

Pekan lalu, terjadi force majeure (keadaan kahar) akibat cuaca buruk di perairan laut Jawa. Dimana ketinggian gelombang mencapai lebih dari 4 – 5 meter dengan kecepatan angin 25 knot. Hal itu mengakibatkan putusnya mooring hawser (tali pengikat) FSO Cinta Natomas.

Kejadian itu mengakibatkan putusnya sambungan selang minyak ke FSO Cinta Natomas. Meski begitu, JOB PPEJ mampu mencegah terjadinya shut down (penghentian operasi total). JOB PPEJ hanya menurunkan kapasitas produksi dari beberapa lapangan sesuai daya tampung tersisa di CPA Mudi.

Dengan tuntasnya penyambungan selang minyak itu, lapangan Sukowati, Tiung Biru, Cepu dan Banyu Urip  sudah dapat melakukan pengiriman minyak mentah ke CPA Mudi. “Dalam beberapa hari ini kedepan, team akan tetap memantau. Masalahnya cuca masih belum menentu,” tutupnya.

FSO Cinta Natomas ini didisain untuk dapat memompakan minyak mentah untuk mengisi tangker eksport sambil tetap menerima minyak mentah hasil dari sumur-sumur produksi. Kegiatan utama lainnya di FSO pemisahan air yang umumnya dari 0,0 persen-2 persen dari total produksi. (wh)