Chris “The Dragon” John Gantung Sarung Tinju

Chris “The Dragon” John Gantung Sarung Tinju
Chris John saat menggelar jumpa pers di Kebon Jeruk, Jakarta, Kamis (19/12/2013).

Berakhir sudah karir bertinju Chris John. Pria yang karib dijuluki The Dragon tersebut, akhirnya memutuskan pensiun dan menggantung sarung tinjunya.

“Sudah 15 tahun lalu saya menjadi petinju sejak tahun 1998 sampai sekarang,” ucap Chris, mengawali penyampaian kabar itu di hadapan para jurnalis yang berkumpul di Kebon Jeruk, Jakarta, Kamis (19/12/2013).

“Namun kembali lagi, olahraga itu ada saatnya menang ada saatnya kalah. Dan saat ini saya ingin mengucapkan terima kasih, kepada Tuhan yang utama, kepada semua pihak. Menpora, pelatih. Keluarga, anak dan istri saya,” demikian dia.

Chris melakoni pertarungan terakhirnya di Perth, Australia, Jumat (6/12/2013) malam, melawan Simpiwe Vetyeka. Pertarungan itu hanya berjalan enam ronde. Menjelang dimulainya ronde ketujuh, pelatih Chris, Craig Christian, melemparkan handuk sebagai tanda menyerah.

Chris dinyatakan kalah TKO. Dia harus rela menyerahkan sabuk juara dunia kelas bulu WBA yang sudah disandangnya selama satu dekade terakhir kepada Vetyeka.

Kekalahan itu juga jadi kekalahan pertama Chris dalam kariernya.

“Tidak ada juara yang tidak pernah kalah. Chris John luar biasa membuktikan dirinya,” kata rekan sesama petinju, Daud Yordan.

Karir Chris John

Yohannes Christian John, atau lebih dikenal sebagai Chris John, lahir di Banjarnegara, 14 September 1979. Ia tercatat sebagai petinju Indonesia kelima yang berhasil meraih gelar juara dunia tinju, setelah Ellyas Pical, Nico Thomas, Ajib Albarado dan Suwito Lagola.

Chris John merupakan putra kedua dari empat bersaudara dari pasangan Johan Tjahjadi (alias Tjia Foek Sem) dan Maria Warsini. Ayah Chris John, Johan Tjahjadi yang mantan petinju amatir, melatih Chris John dan adiknya Adrian sejak mereka masih berusia dini, sekitar usia 5 tahun. Setelah bertanding dalam beberapa kejuaraan tinju amatir di Banjarnegara, Chris John kemudian direkrut oleh pelatih tinju kenamaan, Sutan Rambing, di Semarang.

Chris John kemudian terjun ke dunia tinju profesional pada tahun 1998 dalam debut melawan Firman Kanda. Saat itu Chris John menang angka dalam pertandingan 6 ronde. Namanya kemudian melesat bagai meteor saat dia berhasil mengkanvaskan petinju idola saat itu, Muhammad Alfaridzi, dalam pertandingan menegangkan selama 12 ronde. Menurut pengakuan Chris John, kondisinya sangat buruk saat itu, dan dia mengalami benturan kepala karena vertigo.

Kesempatan emas bagi Chris John dan bangsa Indonesia tiba saat Chris John berkesempatan menantang Oscar Leon dari Kolombia pada 26 September 2003 di Bali. Chris John menang angka tipis (split decision) dalam pertandingan 12 ronde tersebut, dan dinyatakan berhak menyandang gelar juara tinju dunia WBA sementara (interim title).

Tak lama, WBA “menghibahkan” gelar juara definitif (bukan lagi gelar interim) kepada Chris John, saat sang juara bertahan Derrick Gainer dari Amerika Serikat kalah angka dari Juan Manuel Marquez (Meksiko, juara IBF). Saat itu, sesuai peraturan badan tinju WBA, Marquez dinyatakan sebagai juara super (super champion) WBA karena berhasil menyatukan dua gelar WBA dan IBF, dan Chris John sebagai juara reguler.(bh/berbagai sumber)