CEO AirAsia Kritik Kebijakan Tarif Bawah Kemenhub

CEO AirAsia Kritik Kebijakan Tarif Bawah Kemenhub
foto: kompas.com

CEO AirAsia Group Tony Fernandes mengatakan, penerapan kebijakan tarif batas bawah memberikan dampak pada masyarakat kelas menengah ke bawah, terutama masyarakat yang gemar berwisata.

Menurut Tony, perkembangan ekonomi global yang tengah fluktuasi sudah memberikan dampak kepada perekonomian Indonesia. “Tidak hanya untuk AirAsia, tapi untuk maskapai lain seperti Lion, pariwisata domestik saat ini sedang menurun. Saya berharap pemerintah akan mempertimbangkan ulang regulasi tersebut demi warga yang kurang mampu,” kata Tony saat acara 300 Millions Guest AirAsia di Ritz Carlton Pasific Place, Jakarta, Senin (10/8/2015).

Tony menuturkan, kontribusi penumpang Indonesia terhadap kapasitas penerbangan AirAsia group sekira 25 persen sampai 27 persen. Dengan penerapan kebijakan tarif bawah, memberikan dampak terhadap penerbangan AirAsia.

“Moto AirAsia sendiri “everyone can fly”. Nah sekarang tarif domestik makin mahal dan saya rasa banyak masyarakat kelas menengah ke bawah yang dirugikan,” tambahnya.

Tidak hanya itu, sambung Tony, dengan melemahnya pertumbuhan ekonomi di Indonesia juga memberikan dampak kepada banyak pengusaha dengan skala kecil dan menengah. “Ada banyak pengusaha skala kecil menengah yang seharusnya bisa mengembangkan bisnisnya, malah jadi terhambat. Jadi menurut saya pariwisata internasional berkembang dengan baik, tapi justru pariwisata domestik tertekan akibat regulasi ini,” tandasnya. (oke)