Cegah Virus Zika, Siagakan Alat Deteksi di Dua Pintu Masuk Kota Surabaya

Cegah Virus Zika, Siagakan Alat Deteksi di Dua Pintu Masuk Kota Surabaya
Teks: istimewa

Menghadapi penyebaran virus Zika, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melalu Dinas Kesehatan (Dinkes) “melototi” dua pintu masuk kota Pahlawan yaitu Bandara Internasional Juanda dan Pelabuhan Tanjung Perak.

“Kami bekerjasama dengan dinas lainnya menyiagakan petugas dengan alat pendeteksi virus yaitu thermoscan di dua pintu masuk kota Surabaya yaitu di Perak dan Juanda,” kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) kota Surabaya drg Febria Rachmanita di sela-sela pemasangan stiker Stop Narkoba di halaman Balai Kota Surabaya, Jumat (5/2/2016).

Hingga kini, pihak Dinkes kota Surabaya belum menemukan laporan adanya penyakit Zika yang menyerang warga kota Pahlawan. Namun diakuinya, pihaknya tidak ingin lengah dengan berusaha mencegah masuk virus Zika tersebut ke ibukota provinsi Jawa Timur ini.

“Kami berusaha mencegah agar virus tersebut tidak menyebar ke masyarakat Surabaya,” terusnya.

Dari berbagai referensi, virus yang menjadi endemik kawasan Afrika dan area pasifik terbilang jarang muncul di kawasan Asia Tenggara. Virus yang proses penularannya melalui media nyamuk Aedes Aegypti dan masih satu family dengan virus lain seperti virus penyebab penyakit demam berdarah, penyakit kuning, dan penyakit chikungunya.

Yang bahaya adalah serangan virus zika justru muncul pada ibu hamil, karena ibu hamil yang positif memiliki virus tersebut kemungkinan bisa menularkan virus tersebut pada janin dalam kandungannya dan akan menyerang jaringan otot dan sistem saraf termasuk sistem saraf pusat di otak dari janin.

Efek serius terhadap wanita hamil hanyalah salah satu dari beberapa potensi bahaya virus zika ini. Secara umum, penderita mengalami demam yang naik turun serta rasa linu hebat pada persendian dan tulang. Kadang juga disertai mual, pusing, rasa tidak nyaman di perut dan disertai rasa lemah dan lesu yang hebat.

Dalam demam tersebut, di kulit penderita akan muncul beberapa ruam kulit yang berbentuk makulapapular atau ruam melebar dengan benjolan tipis yang timbul. Kadang ruam meluas dan membentuk semacam ruam merah tua dan kecoklatan yang mendatar dan menonjol.

Muncul rasa nyeri pada sendi dan otot, kadang disertai lebam dan bengkak pada sendi dan otot seperti terbentur dan keseleo ringan. Kerap muncul keluhan infeksi mata menyerupai konjungtivitas dengan mata kemerahan.

“Masyarakat dapat memeriksakan kesehatannya di Puskesmas dan rumah sakit terdekat bila mengalami penderitaan seperti itu,” tandasnya. (wh)