Cegah Pungli, Dispendik akan Optimalkan Kinerja Pengawas

Cegah Pungli, Dispendik akan Optimalkan Kinerja Pengawas
Kepala Dispendik Kota Surabaya Ikhsan.

Tidak hanya menindak tegas oknum yang melakukan pungutan liar (Pungli), Dinas pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya juga berencana melakukan peningkatan pengawasan di seluruh sekolah di Surabaya.

Ini ditegaskan oleh Kepala Dispendik Kota Surabaya, Ikhsan bahwa kinerja para pengawas akan ditingkatkan sebagai upaya Surabaya menjadi barometer pendidikan nasional.

Menurut Ikhsan, pembinaan terus dilakukan kepada 115 pengawas yang sudah tersebar di seluruh sekolah di Surabaya. Pembinaan tersebut bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dan pengetahuan para pengawas. Satu di antaranya adalah keterampilan dalam mengelola manajemen sekolah secara transparan dan terhindar dari oknum yang melakukan pungli.

“Kita tambah wawasan pengawas ketika melakukan monitoring dan evaluasi (Monev) program pendidikan yang telah berjalan di lapangan. Sehingga nantinya dapat sebagai masukan dalam menjadikan pendidikan surabaya menjadi lebih baik di Surabaya,” katanya di Surabaya, Kamis (22/1/2015).

Ini karena kata Ikhsan, monev yang dilakukan pengawas dalam mengawal kemajuan pendidikan Surabaya ke depan akan lebih berat. Di antaranya harus memahami betul tentang monev administrasi sekolah, monev pelaksanaan pembangunan fisik, monev keuangan, dan monev pertanggung-jawaban masing-masing sekolah.

“Selain itu mereka juga melakukan pembinaan dan pemantauan sekolah dalam pengelolaan dan pelaporan dana BOS dan BOPDA. Selain itu mereka juga diminta untuk melakukan pemantauan dalam penyaluran TPP dan DAK. Jadi tugas pengawas ini berat tanggung-jawabnya,” terangnya.

Ikhsan melanjutkan, bahwa pada 2015 ini pihaknya juga berkonsentrasi untuk menerapkan program “Surabaya Inspiring School 2015”. Program ini merupakan sebuah konsep pengembangan program dari program-program pendidikan yang telah dilakukan selama ini.

“Melalui program ini para siswa, guru, dan sekolah berkompetesi untuk menjadi yang terbaik sesuai dengan kompetensi pada masing-masing bidang. Dalam konsep pembelajaran guru diarahkan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran melalui inovasi media pembelajaran, pembelajaran aktif, inovatif, kreatif, efektif, efisien serta menyenangkan (PAIKEM). Tidak hanya itu, guna mengapresiasi hasil pembelajaran guru juga dikembangkan pameran karya guru dan PTK,” imbuhnya.

Ada enam aspek yang dikembangkan, yakni pembelajaran guru, MBS, lingkungan sekolah sehat, talenta siswa, perpustakaan, serta edupreneurship. Olah karena itu Ikhsan meminta dibutuhkan sebuah kolaborasi semua pihak untuk mendukung terselenggaranya kegiatan ini agar berjalan dengan lancar. (wh)