Cegah ke Singapura, Surabaya Tambah Pusat Perbelanjaan

 

Cegah ke Singapura, Surabaya Tambah Pusat Perbelanjaan

Berbelanja di Surabaya bakal lebih menyenangkan. Sebab, pemerintah kota membuka kesempatan lebar untuk menambah alternatif pusat perbelanjaan. Penambahan itu, kata Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, agar masyarakat tak perlu lari ke Singapura atau Malaysia untuk shopping.

Risma mengakui, Surabaya tak punya banyak potensi wisata alam dan kekayaan tambang. Namun, Kota Pahlawan menjadikan dirinya destinasi wisata belanja dan wisata kesehatan. Jumlah pusat perbelanjaan di kota Pahlawan mencapai 21 bangunan. Skalanya pun beragam, mulai lokal, regional, hingga skala kawasan Indonesia Timur. Namun menurut Risma, jumlah tersebut masih bisa bertambah.

“Itu nggak apa-apa nambah lagi. Saya mau tambah untuk yang segmen kelas atas,” ujarnya setelah acara Pengukuhan Pengurus Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) di Balai Kota, Jumat (2/5/2014).

Ia mengatakan, selama ini kalangan menengah ke atas lebih memilih untuk membeli produk-produk brand internasional ke Singapura. “Saya pengen menahan mereka untuk belanja ke Surabaya saja,” cetusnya.

Menurut dia, peluang wisata belanja kelas menengah itu harus segera diambil. Bila tidak, lanjut Risma, bakal diambil pihak lain. “Kalau kita nggak buat ini bagus, nanti orang misalnya di Kalimantan akan lari ke Kinabalu atau Sabah,” ucapnya. Jika Surabaya telah dipandang menarik, orang akan tertarik datang dan menginap.

“Itu peluang. Sebab, hotel-hotel akan laku. Mereka tentunya juga akan belanja. Tidak mungkin tidak belanja, apalagi kalau ada Surabaya Shopping Festival (SSF),” imbuhnya.

Sementara untuk segmen menengah ke bawah, pemkot telah menyiapkan beberapa alternatif pusat belanja yang lebih merakyat. “Makanya ini lagi saya bangun Pasar Tunjungan, Sentra MERR, Sentra di dekat pelabuhan,” ujarnya.

Wali kota perempuan pertama di Surabaya itu berharap agar Kota Pahlawan bisa sejajar dengan Singapura. Untuk itu, pemkot akan berupaya lebih memperhatikan pasar untuk segmen menengah ke bawah. Caranya adalah dengan sebisa mungkin meminimalisir terjadinya inflasi juga menjaga harga barang-barang tetap terjangkau.

“Sebab, kalau semua mahal, kota ini akan mati. Harga harus murah karena daya beli masyarakat akan meningkat,” tukasnya.

Selain itu, Risma ingin agar kapal pesiar jarak pendek antar pulau bisa terwujud seiring diresmikannya Teluk Lamong bulan Juli, “Kalau Teluk Lamong diresmikan, Tanjung Perak kan, jadi pelabuhan untuk kapal penumpang. Nah saya akan komunikasi untuk bisa buat kapal-kapal baru jarak pendek seperti cruise dengan skala antar pulau. Tapi yang bagus, kayak Singapura-Batam,” jelasnya.

Untuk menyamai negara-negara tetangga, Risma menyebut perlu pembenahan di beberapa sisi. “Supaya bisa menyamai Singapura dan Malaysia adalah meningkatkan penerimaan dan kepercayaan. Kita harus yakin bahwa Surabaya juga bisa jadi salah satu kota fashion. Intinya, jangan sampai peluang diambil orang lain,” pungkasnya. (wh)