Cegah Apel Berbakteri, Disperdagin Surabaya Kumpulkan Importir

Cegah Apel Berbakteri, Disperdagin Surabaya Kumpulkan Importir
foto:tempo

Mencegah masuknya apel berbakteri asal Amerika Serikat (AS), Granny Smith dan Gala di Surabaya, Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kota Surabaya langsung melakukan razia selama dua pekan.

Tidak hanya itu, Disperdagin yang dipimpin oleh Widodo Suryantoro juga mengumpulkan seluruh importir buah di Surabaya untuk meminta klarfikasi adanya apel impor berbahaya tersebut.

Menurut Widodo, selama melakukan razia di sejumlah pasar modern dan pasar tradisional di seluruh Surabaya, pihaknya belum menemukan adanya tanda-tanda apel yang berbahaya. Bahkan untuk meyakinkan bahwa Surabaya bebas dari apel yang mengandung bakteri Listeria monocytogenes Disperdagin mengerahkan tiga tim untuk melakukan razia di lima titik kawasan Surabaya.

“Sejak tiga hari yang lalu kami sudah melakukan razia di seluruh pasar tradisional dan pasar modern di Surabaya. Kami bentuk tiga tim yang setiap harinya melakukan sidak di semua pasar. Hasilnya sampai saat ini belum ada temuan terkait adanya apel asal Amerika itu,” katanya kepada enciety.co, Kamis (29/1/2015).

Selain melakukan sidak, Widodo juga mengaku telah mengumpulkan seluruh importir buah di Surabaya. Dari hasil pertemuan dengan para importir tersebut, Widodo menyebutkan para importir sejak lama tidak mengambil apel asal Amerika Serikat. Ini karena para importir tidak ingin mengambil resiko lantaran pihaknya telah mengetahui jauh hari bahwa apel tersebut mengandung bakteri.

“Dari pertemuan kami dengan para importir, ternyata mereka sudah tidak pernah mengambil apel dari Amerika Serikat. Sejak tahu bahwa apel itu berbahaya mereka tidak lagi mengimpor. Meski, apel itu memiliki keunggulan lebih renyah dan tahan lama ternyata mengandung bakteri yang berbahaya jika dikonsumsi,” tambahnya.

Selama dua pekan melakukan razia nantinya, Widodo juga menerjunkan tim khusus untuk melakukan sidak jika terjadi penyelundupan apel di luar Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.

“Kami juga mengantisipasi, andai kata ada penyelundupan apel tersebut ke Surabaya di sejumlah titik yang tidak bisa dideteksi. Kan biasanya ada saja yang memasukkan, kita antisipasi itu,” imbuhnya. (wh)