Catatan Bersama Pahlawan Ekonomi

Catatan Bersama Pahlawan Ekonomi

*) Trully Nurul Ervandiary

Saya, pemilik 101 True Fashion Earth. Usaha yang saya dirikan bersama suami sejak 2009. Berawal dari design aksesoris berlanjut menjadi produksi bahan mentah sampai aksesoris jadi. Sebagian besar bahan dasar dari alam seperti kayu, tulang, batok kelapa yang dipadukan dengan batu alam.

Tahun 2012, saya bergabung dengan program Pahlawan Ekonomi. Dari ajakan teman sesama pelaku UKM, saya ikut seleksi Awarding Pahlawan Ekonomi yang digelar periodik. Saya memutuskan untuk ikut karena yakin semua program yang didukung Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini pasti memiliki tujuan positif dan nilai sosial bagi masyarakat. Walau sebenarnya saya merasa canggung karena “beratnya” sebuah nama “Pahlawan Ekonomi” di event tersebut. Saya membayangkan UKM-UKM yang ikut seleksi adalah “penyelamat” bagi sekelompok atau banyak orang secara ekonomi.

Saat itu, 101 True Fashion Earth belum memiliki success story sebagai pahlawan bagi siapa pun. Kecuali sebagai jalan rezeki keluarga dan para penggarap kami. Kami senang berbagi ilmu sejak awal berdiri. Namun itu belum menjadikan kami mampu merasa seperti pahlawan. Nama besar Bu Risma satu-satunya penguat saya untuk memberanikan diri ikut seleksi, tanpa bermimpi menjadi pemenang. Hanya percaya bahwa jalan ini bisa membawa kami ke ruang kewirausahaan sosial lebih luas. Paling tidak, saya bisa belajar dari para calon pemenang Pahlawan Ekonomi yang di mata saya pasti telah banyak melakukan kegiatan bisnis yang membawa manfaat bagi banyak orang. Setidaknya di lingkungannya.

Sejak meraih Awarding Pahlawan Ekonomi pertama, saya merasa terlalu glorifikasi dengan gelar tersebut. Untunglah, saya segera menyadarinya. Kalau tidak, kelak ketika saya yang disematkan gelar itu, bisa jadi bukan hanya kepala saya yang besar tapi malunya juga besar. Karena sadar diri, begitu sedikit yang saya perbuat.

Ternyata saat diumumkan, begitu juga di tahun-tahun berikutnya, tidak ada yang dimaksud pahlawan. Seperti pencapaian yang agung dan hanya bisa disematkan pada orang-orang dengan deretan prestasi, besarnya omset, atau seberapa banyak orang yang berhasil “ditolong” dari bisnis mereka.

Di setiap Awarding Pahlawan Ekonomi yang saya ikuti sejak 2012, saya melihat kumpulan pahlawan-pahlawan dengan sukacita menampilkan karya-karyanya, kreativitas, dan keunikan. Baik karya usaha individu maupun kelompok seperti Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM).

Di mata saya, mereka semua pahlawan. Karena berani bergerak. Memulai usaha dari dirinya. Mengawali dengan apa adanya yang dimiliki. Bukan karena usaha warisan orang tua. Bukan karena diterimanya bantuan modal cuma-cuma. Mereka murni mengawali bisnis dari kemampuan diri sendiri. Baik itu hasil produk dan modalnya.

Dari cara display booth mereka, sebagian besar terlihat sederhana dengan memanfaatkan peralatan atau dekorasi yang ada di rumah. Dan karena di setiap event Awarding Pahlawan Ekonomi selalu diadakan Kompetisi Booth Terbaik, mereka berlomba-lomba menghias booth semaksimal mungkin, walau tanpa properti pameran yang mahal.

Yang menarik, mereka menggunakan kreativitas memanfaatkan limbah lingkungan, peralatan rumah tangga, dan berbagai olahan benda di sekitar dengan berbagai hiasan. Inilah jiwa-jiwa pahlawan yang saya tangkap dari semua peserta Awarding Pahlawan Ekonomi yang lolos di setiap event-nya. Mereka berani keluar dari ketakutan dan kekhawatiran secara ekonomi, bersenjata apa saja yang ada dengan kebisaan masing-masing seperti membuat kue, masakan rumahan, minuman dan jamu-jamuan, jajanan/camilan. Atau yang terampil membuat kerajinan, batik, aksesoris, produk fashion atau home decoration, bahkan sampai kebutuhan rumah tangga seperti sabun dan aneka ragam lainnya.

Sedikit sekali yang benar-benar terlihat “bermodal”. Modal utamanya semangat dan keberanian. Inilah postur yang menjadi garis merah kesamaan di antara semua peserta yang ikut dalam event Awarding Pahlawan Ekonomi setiap tahunnya. Dengan semangat dan keberanian, mereka seperti jiwa-jiwa pahlawan lain yang lebih dulu hadir. Mereka tak sadar bahwa apa yang dihasilkan dengan kekuatan apa adanya itu sebenarnya telah menjadi inspirasi bagi anak mereka, tetangga, teman untuk berani memulai berwirausaha walau tanpa modal besar. Mengandalkan bakat dan potensi yang dimiliki.

Keberanian itu awal kebebasan dari ketergantungan dan ketakutan secara ekonomi. Pahlawan yang dibutuhkan di era milenium. Yang tidak hanya mengeluh, bangkit dan berjuang tanpa mengandalkan pemilik modal besar atau penguasa. Yang mandiri secara ekonomi, menjadi penyelamat bagi diri sendiri, keluarga, dan inspirasi banyak orang.

Menambah Ilmu

Sejak 2012, 101 True Fashion Earth aktif mengikuti kegiatan-kegiatan di Pahlawan Ekonomi, di luar event awarding yang diselenggarakan tiap tahun. Dari event bazar, pameran, dan pelatihan yang diadakan rutin di Kaza City Mall tipa Sabtu dan Minggu. Semua kegiatan ini boleh diikuti warga ber-KTP Surabaya. Semua fasilitas pelatihan, bazar/pameran, dan event lain disediakan gratis. Bahkan mendapat bahan untuk setiap pelatihan teknis.

Khusus pelatihan di Kaza City Mall, dari kacamata saya tak semua peserta yang ikut sudah punya usaha lebih dulu dan ingin menambah ilmu. Banyak dari mereka yang terinspirasi memulai usaha dan ingin mendapat ilmu sekaligus jalan untuk start own business.

Hal menarik lain, sekelompok peserta yang rutin datang bukan dengan tujuan utama untuk bisnis, melainkan tertarik menambah ilmu dan menjadikan wadah bersosialisasi. Kelompok ini belum tentu saling mengenal satu sama lain. Mereka bersuka cita dengan adanya program Pahlawan Ekonomi ini sebagai tempat belajar sekaligus bersosialisasi. Namun bukan berarti hanya berhura-hura saja. Mereka juga memanfaatkan hasil pelatihan menjadi usaha kecil-kecilan yang hasilnya dibawa saat pelatihan, atau dijual di lingkungan mereka masing-masing.

Itulah keunikan kegiatan Pelatihan Pahlawan Ekonomi. Berkumpulnya masyarakat berbagai lapisan dengan berbagai tujuan. Mayoritas perempuan dari usia muda hingga lansia. Bagi pelaku bisnis, ilmu yang didapat untuk peningkatan bisnis. Bagi guru-guru sekolah atau lembaga informal, ilmu yang didapat untuk dibagikan kepada siswanya.

Pun bagi ibu-ibu rumah tangga, mendapat ilmu untuk membuat usaha kecil rumahan yang bisa dikerjakan tanpa meninggalkan tanggung jawabnya mengurus anak dan bisa berpenghasilan dari ketrampilan yang diperoleh di pelatihan. Bagi lansia, bisa untuk mengasah dan merangsang kemampuan agar tetap aktif berkegiatan dan berkarya, tetap sehat dan menghasilkan uang untuk diri sendiri dan membahagiakan cucu dan cicitnya.

Kelompok-kelompok kecil lain juga hadir dan ikut menjadi bagian dari antusiasme peserta pelatihan. Karena mereka inilah Pahlawan Ekonomi terus eksis dan hidup walau banyak program terus bermunculan dan tenggelam. Tanpa syarat yang berlebihan dan di luar kemampuan, cukup sebagai ber-KTP Surabaya, siapa pun bisa ikut dan menerima manfaat dari berbagai kegiatan dan event Pahlawan Ekonomi.

Gegap gempita antusias suasana setiap pelatihan sejak diadakan tidak surut bahkan terus bertambah di setiap waktu. Suasana demikian juga terjadi di setiap event-event khusus, seperti Peringatan Ulang Tahun Surabaya, Launching Program, atau event khusus lain, apalagi jika dihadiri Bu Risma, Emak e warga Surabaya.

Bisnis Berkarakter

Sejak tahun 2015, 101 True Fashion Earth diberi kesempatan menjadi pemateri dalam pelatihan teknis aksesoris cluster Creative Industry. Banyak catatan menarik yang tak bisa ditulis semua. Yang pasti, menjadi pemateri berpengaruh besar bagi saya untuk memilih peluang bisnis yang berkarakter, sustain, dan mengutamakan efek sosial dibandingkan kemajuan secara materialistik.

Sebagai pemateri, komite Pahlawan Ekonomi mengharapkan saya menjadi role model dan bisa menggali materi pelatihan yang tak mudah didapat oleh peserta di luar Pahlawan Ekonomi atau via media online. Mau tak mau saya pun ikut menjaga dan terus meningkatkan kualitas dan karakter produk saya, Ini agar bisa tertular secara tak langsung pada peserta pelatihan.

Materi pelatihan yang diberikan juga merangsang saya untuk lebih berkreasi yang unik dan kreatif. Mengenalkan karakter design dan bahan yang berbeda dibanding yang dijual secara massal. Mendorong peserta pelatihan bisa menghasilkan produk sendiri dengan keunikan karakter masing-masing. Berikut adanya nilai lokal yang kuat demi nilai tambah bisnis yang mampu bersaing dengan produk massal, produk impor atau pabrikan.

Senangnya lagi, walau ini tantangan tak mudah, para peserta selalu antusias dengan materi semacam ini. Terlepas dari apakah secara langsung membawa manfaat bagi seluruh peserta atau hanya sebagian, saya mencatat lahirnya pelaku-pelaku usaha baru di dunia aksesoris yang memiliki ciri khas pada produknya.

Saya merasa tidak sendirian dengan keyakinan bahwa bisnis berkarakter akan menjadi kekuatan untuk bertahan dan tak mudah berganti-ganti usaha. Hingga suatu saat ada waktu dan tempat bagi masing-masing usaha memetik buah perjuangannya. Tidak harus semua menjadi seperti 101 True Fashion Earth, kendati saya sama sekali tak keberatan jika produk design saya diimitasi pelaku usaha aksesoris lain.

Banyaknya pelaku usaha aksesoris yang unik dengan karakter design masing-masing menjadi keyakinan kuat bahwa pelatihan Pahlawan Ekonomi tidak hanya kegiatan idealis kuantitatif (dari jumlah massa yang terkumpul), tapi memiliki dampak kualitatif. Yakni, mengumpulkan pelaku industri kreatif dan saling menularkan.

 Vibrasi yang Kuat

Di tahun 2017, setelah 101 True Fashion Earth menjadi juara dua Awarding Pahlawan Ekonomi Cluster Creative Industry 2016, saya mulai diberi kesempatan untuk menjadi salah satu juri Road Show Kecamatan Pahlawan Ekonomi di beberapa kecamatan yang berbeda. Di road show ini, terdapat bazar UMKM dan lomba yel-yel antarkelurahan di kecamatan yang sama. Meriahnya lomba yel-yel yang diikuti ibu-ibu menjadi vibrasi yang kuat untuk meramaikan suasana bazar.

Berbagai tampilan dan sajian produk-produk UKM baik makanan, minuman maupun kerajinan dan fashion dengan sederhana di meja-meja kecil terlihat khas tipikal bazar produk lokal dan industri rumahan. Memang, tak semua benar-benar dari hasil produksi sendiri. Namun tak sedikit pula adanya produk-produk yang membuat terkesan. Kalau makanan jangan ditanya, jajanan khas lokal pasti menggugah selera. Mereka yang terlebih dulu ludes dibeli pengunjung bazar. Dan komite Pahlawan Ekonomi pun tidak segan-segan memberi aturan untuk memperbaiki kualitas produk dengan syarat-syarat kemasan (tidak boleh dari foam dan menggunakan plastik daur ulang). Ini tentunya sebagai edukasi juga untuk penyajian yang baik dari local food.

Sebagai juri produk creative industry, saya bersyukur dengan adanya program Pahlawan Ekonomi. Karena di sini bisa ditemukan produk-produk unik, dari limbah lingkungan atau bahan yang banyak tersedia. Saya juga menemukan beberapa di antara mereka adalah hasil dari peserta pelatihan Pahlawan Ekonomi. Bahkan ada yang membawa hasil pelatihan untuk dijual dan bercerita sudah beberapa kali mendapat pesanan setelah memproduksi dan memasarkan.

Walau produk-produk itu tidak semua  hasil pelatihan saya, namun besar artinya melihat seseorang telah mendapat peluang usaha dan berhasil mendapat sejumlah uang dari hasil dia belajar. Mereka belajar di Pahlawan Ekonomi. Setiap saya datang dan berkeliling untuk menilai baik tampilan/display produk, kemasan maupun kualitas produk, saya selalu menangkap satu atau lebih wajah penuh harapan agar apa yang mereka buat bisa bernilai jual, dibeli, dan dipesan.

Sebuah awal yang tak muluk-muluk namun beberapa dari mereka sudah naik kelas tak lagi hanya produksi untuk pesanan, tapi rutin memasok showroom atau marketplace terkenal. Kadang saat berkeliling memberi penilaian saya juga diajak berdiskusi bagaimana meningkatkan kualitas produk dan pemasaran. Di sana kita bisa saling berbagi ilmu dan menjadi tempat saya belajar juga. Dari sharing pengalaman mereka yang bisa berbeda dengan yang saya alami. Saling memperkaya untuk kemajuan bersama.

Brand Makin Dikenal

Pada akhirnya, sampai pada pertanyaan, seberapa besar leverage (pengaruh) Pahlawan Ekonomi bagi 101 True Fashion Earth dan saya?

Tentang ini, semoga catatan saya mewakili banyak teman yang mengalami perjalanan yang sama dengan saya. Masuk dan bergabung di wadah Pahlawan Ekonomi, belajar bersama di pelatihan-pelatihan(saya pun mengikuti beberapa pelatihan seputar digital marketing, keuangan, dan pelatihan teknis), berjualan bersama saat bazar dan pameran, pasti semakin membuat 101 True Fashion Earth mengetahui apa yang kurang, perlu diubah, dan ditingkatkan. Pengayaan tersebut bukan hanya dari ilmu formal yang diberikan, tapi juga dari sharing antarteman dan belajar dari pertumbuhan mereka.

Komite Pahlawan Ekonomi juga menghubungkan UKM-UKM yang bergabung dengan liputan media, baik regional maupun nasional. 101 True Fashion Earth beberapa kali diliput beberapa media online dan cetak dari rekomendasi Pahlawan Ekonomi. Hal ini berdampak pada meluasnya informasi tentang 101 True Fashion Earth hingga pemesan bertambah dan meningkatnya jumlah pelanggan tetap, selain juga pengaruh pada daya beli produk di showroom karena brand makin dikenal.

101 True Fashion Earth bukan satu-satunya UKM yang naik kelas dari sebelumnya usaha kecil menjadi industri yang sudah rutin produksi. Bagaimana pun dampak yang diterima ini menyadarkan perlunya saya berbagi tentang perjalanan proses pertumbuhan suatu usaha dan pentingnya sustainability agar tidak mudah berganti-ganti jenis usaha dan bisa memetik buah perjuangan.

Ditambah pengalaman sebelum berwirausaha, saya pernah bekerja di bank swasta dan perusahaan asing sebagai frontliner, purchasing, marketing hingga R&D. Lalu berada di dalam lingkup Pahlawan ekonomi sebagai UKM, pemateri, juri, dan pemenang, saya menyimpulkan Pahlawan Ekonomi ini tak hanya telah melahirkan dan menumbuhkan UKM-UKM.

Saya bersama suami terpicu menjadi bagian dari efek sosial Pahlawan Ekonomi. Menjadi organ kecil yang fungsinya menyampaikan bagian-bagian penting dari proses bisnis terutama untuk usaha kecil hingga bisa tumbuh dan berkembang. Baik dari sisi soft skill seperti mental dan etika bisnis, analisa dan problem solving maupun memilih karakter bisnis agar tetap eksis meski persaingan terus meningkat.

Berbagi dan Bertumbuh

Kini, saya dan suami menyediakan waktu berbagi di Roemah 101. Bagi kami, rumah ini sebagian pondasi dan perangkatnya berasal dari Pahlawan Ekonomi. Banyak teman-teman UKM yang naik kelas telah menjadi pecahan-pecahan cabang pohon besar Pahlawan Ekonomi yang siap menghasilkan buah-buah ilmu untuk dibagikan dan bertumbuh menjadi bibit baru dan berkembang. Juga telah lahir banyak trainner, komunitas yang mengangkat usaha-usaha kecil untuk maju bersama. Mereka, UKM-UKM yang telah naik kelas di Pahlawan Ekonomi.

Demikian catatan yang mungkin tak sempat dituliskan siapa pun. Tapi saya percaya, semua ini tak hanya menjadi catatan di hati kami, namun juga di hati banyak teman-teman sesama UKM yang bergabung di Pahlawan Ekonomi. Memang banyak yang sudah tak aktif karena kesibukan mereka di luar wadah ini, seiring pertumbuhan nama besar masing-masing UKM itu. Tapi itu juga menjadi tanda, bukan seberapa banyak yang tercatat dan terdokumentasi di setiap kegiatan dan event, tapi seberapa besar pengaruh dan perubahan dari semua kegiatan di Pahlawan Ekonomi.

Konseptor dan pelaksana di balik Pahlawan Ekonomi berisi orang-orang berdedikasi, intelektual, dan expert. Baik yang senior dan usia muda. Namun yang terutama adalah bukan tentang apa yang dibagikan. Karena sesungguhnya banyak project di luar sana oleh berbagai instansi juga membagikan hal yang sama.

Pahlawan Ekonomi berusaha hadir dan eksis dengan segala kekurangan dan kelebihaan. Tidak memberi syarat berlebihan hingga siapa pun yang ingin dan membutuhkan bisa ikut asal ber-KTP Surabaya. Tempat yang luas dan tak menyulitkan di Kaza City Mall juga memiliki pengaruh kuat. Karena berikut ini yang penting juga dicatat untuk keseluruhan catatan saya. Sebagian besar peserta Pahlawan Ekonomi adalah warga kelas menengah bawah.

Pahlawan Ekonomi menyadari itu dan membuat kondisi yang bisa diperoleh, dinikmati, dan bermanfaat untuk kalangan seperti mereka. Menyampaikan ilmu dengan menyesuaikan kapasitas mayoritas peserta, mendengarkan keluhan dan kebutuhan, menghubungkan UKM yang sudah naik kelas dengan yang baru merintis, menghubungkan dengan expert di luar Pahlawan Ekonomi. Berkolaborasi dengan raksasa-raksasa bisnis yang memiliki misi sama, menyediakan tempat belajar yang menyenangkan bagi semua kalangan.

Dari hati paling dalam, semoga catatan saya ini menjadi refleksi, bahwa sebuah project yang benar-benar memiliki manfaat, berkelanjutan, dan ekspansif tak hanya dilihat dari jumlah peserta, tapi pada efek sosialnya. Project yang tak hanya mengumpulkan angka, tapi mengutamakan sisi kemanusiaan.

*) Owner 101 True Fashion Earth dan Co Founder Roemah 101