Catat ! Pada 30 Juni, Durasi Waktu 24 Jam 1 Detik

jam2
Masyarakat diminta tidak perlu khawatir akan adanya penambahan waktu atau jam dalam satu hari yang akan terjadi 30 Juni mendatang. Adanya penambahan detik dalam waktu hari itu akan membuat satu hari menjadi 24 jam satu detik.

Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) Thomas Djamaluddin mengatakan waktu secara konvensional sejak ribuan tahun lalu mengunakan waktu matahari. Dalam satu hari berdasarkan perputaran rotasi bumi dengan indikasi kenampakan matahari. Pengukuran akurat memang memperlihatkan rotasi bumi semakin lama semakin melambat.

Saat ini jam atom pun digunakan sebagai standar waktu. Selain itu jam matahari pun masih dipakai untuk konsistensi waktu. “Dalam dua atau tiga tahun bumi makin lambat sekitar satu detik dan secara berkala perlu penyesuaian. Tahun 2012 juga terjadi penyesuaian dan tahun 2015 pada tanggal 30 Juni ada penambahan satu detik antara jam matahari dan jam atom,” katanya di Jakarta.

Menurut Thomas kondisi ini tidak memberi dampak signifikan. Namun dikhawatirkan beberapa sistem mengandalkan sistem akurat penyesuaian bisa dilakukan.

Pusat sistem rujukan, layanan informasi rotasi bumi akan mempertimbangkan plus dan minusnya. Plusnya dengan sinkronisasi sesuai jam matahari dan jam atom secara bertahap agar perubahan tidak terlalu terasa.

Sedangkan minusnya lanjut Thomas banyak sistem yang menggunakan waktu akurat hingga satuan detik harus ada penyesuaian jam atom dan jam matahari karena lompatan detik tersebut. “Masyarakat umum tidak akan terasa akan adanya penambahan waktu ini. Untuk penelitian astronomi, geodesi dan sistem akurasi waktu tinggi, mereka yang perlu menyesuaikan,” ucapnya.
Di samping itu masyarakat umum dapat menjadikan ini sebagai pengetahuan terkait waktu atau jam atom dan jam matahari yang sudah ribuan tahun lalu sudah digunakan. (bst)