Carmudi: Tiap Enam Tahun, Konsumen Cenderung Ganti Mobil

 

Pembiayaan Kendaraan Bekas Masih Prospektif
Pembiayaan Kendaraan Bekas Masih Prospektif

Situs jual beli kendaraan secara online, Carmudi, menemukan fakta bahwa rata-rata umur kendaraan di Timur Tengah adalah 5,1 tahun, di Asia 6,5 tahun, dan di Afrika 12,8 tahun. “Berdasarkan temuan dari kami, tumbuhnya ekonomi di kawasan Asia dan meningkatnya sektor pembiayaan kendaraan bermotor semakin meningkatkan kepercayaan diri masyarakat untuk membeli kendaraan baru. Besarnya jumlah kalangan menengah di Asia juga membuat permintaan akan kendaraan bermotor tetap tinggi baik untuk kategori mobil baru maupun mobil bekas. Tingginya kebutuhan masyarakat Asia terhadap kendaraan baru menyebabkan usia rata-rata kendaraan akan semakin muda menjadi 6 tahun hanya dalam beberapa tahun mendatang dibandingkan saat ini yang rata-rata berusia 6,5 tahun,” jelas Wouter van der Kolk, Managing Director Carmudi Indonesia, dalam siaran persnya.

Dengan keadaan perekonomian yang semakin menurun di Afrika, terutama di Nigeria, pemilik kendaraan di benua tersebut semakin berat untuk membeli kendaraan baru. Di Nigeria, salah satu negara di Afrika dengan tingkat ekonomi yang cukup baik, rataan umur kendaraan adalah 10,6 tahun. Bandingkan dengan rataan umur kendaraan di Kongo yang berusia 16,5 tahun. Demikian temuan dari Carmudi.

Bila dibandingkan dengan keadaan di Timur Tengah, Afrika tertinggal cukup jauh. Dengan harga bahan bakar minyak yang sangat murah dan tingkat pendapatan per kapita yang tinggi, masyarakat disana terhitung cukup sering gonta ganti kendaraan. Tercatat, rata-rata umur kendaraan di Arab Saudi adalah 3,8 tahun dan di Uni Emirat Arab 5,2 tahun.

Dalam hal membeli mobil baru, Asia merupakan jagonya karena perbandingan usia kendaraan di setiap negara tidak terlalu berbeda jauh. “Dalam kurun waktu 2 tahun ke depan, dengan didukung tumbuhnya ekonomi kawasan secara merata, usia rataan mobil di Asia akan menjadi 6 tahun, sedikit di bawah rataan saat ini yang tercatat 6,5 tahun,” tutup pernyataan Carmudi. (bst)