Ini Cara Risma Benahi Pasar Keputran

Ini Cara Risma Benahi Pasar Keputran
Pedagang Pasar Keputran yang saban hari meluber ke jalan. Foto: sandhi nurhartanto/enciety.co

Pembenahan pasar Keputran oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dimaksudkan untuk mengembalikan mengembalikan fungsi pasar yang berada di tengah kota.

Rencananya, Pasar Keputran nantinya akan menjadi tempat pemberhentian Light Rail Transit (LRT) yang akan melintasi tengah kota Surabaya. “Saya ingin para pedagang menempati pasar ini dengan tidak meluber di jalan karena akan dibangun LRT disitu,” kata Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, Jumat (1/4/2016).

Menurut mantan kepala dinas Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya ini, para pedagang harus masuk ke dalam pasar yang telah disediakan dua lantai tersebut.

Ia memaparkan, bahwa di pasar ini nantinya juga akan disediakan tempat Park and Ride (tempat parkir) bagi para penumpang yang akan menaiki LRT. Untuk memudahkan penumpang LRT, Pemkot Surabaya berencana membangun jembatan seperti di Siola Tunjungan.

Selain itu, Risma berharap agar para pedagang untuk menaati aturan. Selama ini pedagang mengganggap bahwa pasar Keputran merupakan pasar induk padahal bukan. Pasar ini sendiri menurut Tri Rismaharini, sebenarnya adalah pasar kawasan.

Menurut dia, bila pasar ini hingga ramai seperti sekarang ini sebenarnya karena dimanfaatkan sebagian orang hingga mereka berniat menjadikannya sebagai pasar induk Surabaya karena jalan yang lebar dan terletak di tengah kota.

“Teorinya, setiap kawasan bila ada pemukiman penduduk, pemerintah harus menyediakan sekolah dan pasar. Dan Pasar Keputran bukanlah pasar Induk. Kami akan mengembalikan fungsi sebenarnya,” pungkas salah satu wali kota terbaik dunia itu. (wh)