Cak Koen Surabaya Berperan Besar Sukseskan MEA 2015

Cak Koen Surabaya Berperan Besar Sukseskan MEA 2015
Kresnayana Yahya (kanan) bersama para Cak Koen di Radio Surabaya, Jumat (19/9/2014).

Era pasar bebas Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015 mendatang tak terlepas dari kesiapan Surabaya sebagai kota yang bersih. Peran serta petugas operasional lapangan seperti Cak Koen, sebutan petugas kebersihan Surabaya, sangat diperlukan.

Menurut Chairperson Enciety Business and Consult (EBC) Kresnayana Yahya, untuk meningkatkan kualitas hidup warga Kota Surabaya, diperlukan peningkatan kebersihan. Menurutnya kebersihan adalah hal yang vital untuk membangun masyarakat yang sehat.

“Kalau kotanya bersih, kampung-kampungnya bersih, maka orang yang sakit pun dapat ditekan. Selain itu kebersihan juga bisa memusnahkan sejumlah penyakit yang bersarang,” ujar Kresnayana saat mengisi Perspective Dialogue di Radio Suara Surabaya, Jumat (19/9/2014).

Apalagi, lanjut dosen statistika ITS Surabaya itu, Surabaya kini sedang menyongsong MEA pada 2015 mendatang. Untuk membangun prinsip Surabaya sebagai kota layak huni, maka diperlukannya kebersihan dari sampah maupun dari banjir.

“Untuk itu Pemerintah Kota Surabaya bersinergi dengan Cak Koen dan masyarakat untuk peduli terhadap lingkungan sekitar,” bebernya.

Hasilnya, diakui Kresnayana, Surabaya telah menyabet sejumlah penghargaan lingkungan sehat dan bersih baik berskala nasional maupun internasional.

“Ini berkat perjuangan dari bapak-bapak Cak Koen yang menyapu pagi hingga malam. Kalau dibandingkan dengan lima-enam tahun yang lalu, tentunya untuk saat ini lebih baik,” terangnya.

Selain itu, Pemkot Surabaya juga telah berupaya semaksimal mungkin untuk mengedepankan kesehjateraan para petugas operasional. Satu di antaranya dengan memberikan Upah Minimum Regional (UMR) Surabaya dan jaminan kesehatan masyarakat berupa BPJS.

“Kami juga memberi apresiasi yang tinggi kepada para petugas operasional seperti Cak Koen, penggali makam, dan pendorong gerobak sampah. Karena itu,  setiap tahunnya kami melakukan peningkatan gizi kepada 11 ribu pekerja operasional di Surabaya,” tutur Kresnayana.

Minggu (14/9/2014) lalu, digelar kegiatan periodek bertajuk Pesta Cak Koen 2014. Menurut Kresnayana, hal ini dilakukan Pemkot Surabaya rutin untuk membangun kegotong-royongan.

“Kemarin itu ada sekitar 10.600 Cak Koen yang datang. Kita bergembira bersama. Kita buatkan panggung untuk berjoged dan bernyanyi bersama dengan diiringi band dan musik-musik dangdut,” ujarnya.

Selain itu, dalam pesta Cak Koen tersebut, Kresnayana juga membagikan door prize kepada ribuan paskun. Di antaranya sepeda motor, perlengkapan rumah tangga, elektronik, hingga kasur lipat.

“Ternyata animo masyarakat untuk membantu juga tinggi. Sedikitnya terdapat 30 perusahaan yang ikut berpartisipasi menyumbang pada Pesta Cak Koen 2014. Ada yang menyumbang uang, beras, gula, telur, dan kopi,” akunya.

Apresiasi yang dilakukan Pemkot Surabaya ini pun ditanggapi gembira oleh para petugas operasional. Satu di antaranya, Darmono, tukang sapu yang sangat terbantu dengan diselenggarakannya Pesta Cak Koen 2014.

“Saya sudah enam tahun menjadi tukang sapu. Alhamdulillah, sekarang kualitas hidup keluarga makin meningkat. Karena sebelumnya saya hanya pengangguran dan pekerja serabutan, tapi sekarang bergaji tetap,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Manto, penggali makam dan tukang sampah. Dia menyatakan sangat berterima kasih kepada Pemkot Surabaya karena bisa menafkahi keluarganya. (wh)