Butuh Penyegaran, Peserta Pelatihan PE Bisa Pindah Cluster

Butuh Penyegaran, Peserta Pelatihan PE Bisa Pindah Cluster

Pengarahan bagi peserta pelatihan Pahlawan Ekonomi di Kaza City, Minggu (15/1/2017). Foto:sandhi nurhartanto/enciety.co

Ada yang baru dari pelatihan Pahlawan Ekonomi Surabaya. Mulai tahun 2017, peserta pelatihan diperbolehkan untuk berpindah cluster atau kelompok.

“Mulai ajaran baru ini, bila jenuh boleh pindah cluster. Namun hanya diperkenankan setahun sekali. Umpama, culinary business ke home industry atau ke creative industry, boleh. Namun tidak bisa dalam setahun pindah cluster hingga dua kali,” kata Don Rozano, advisor Pahlawan Ekonomi, di Kaza City, Minggu (15/1/2017).

Don lalu menuturkan, khusus untuk cluster creative industry nanti akan ada pembagian beberapa kelas, yaitu intermediate, basic, dan advance.

“Saya juga minta ke Bu Nanik Heri (koordinator creative industry) dan Pak Herman Basuki (coordinator culinary business) untuk ngetes ibu-ibu sekalian selama mengikuti pelatihan. Jangan dibawa pulang hasil karyanya, tetapi gak pernah dibawa untuk dinilai hasilnya. Kami pingin ibu sekalian untuk konsisten dan mahir,” terang Don.

Nantinya, sambung dia, bagi peserta pelatihan PE juga diminta untuk siap jadi mentor bila produknya bagus. Menurut Don, membagi ilmu itu tidak akan kekurangan ilmu.

“Percayalah sama saya. Jangan takut, malu dan gak mau jadi mentor. Direncanakan tiap bulan akan digilir,” beber general manager Enciety Business Consul tersebut.

Selain itu, pelatihan Pahlawan Ekonomu minggu depan juga akan diminta agar pelaku usaha untuk mengelompokkan laporan keuangan. Pada setiap hari Sabtu dan Minggu jam 10, senior colsultant Enciety Business Consult Doddi Madya Judanto  akan mengajarkan laporan keuangan sebelum pemberian materi pelatihan yang akan dibantu oleh Vincent (kooordinator Kreavi Surabaya.

Don berharap pelatihan tahun ini berbeda dengan sebelum-sebelumnya. Khusus untuk cluster creative industry, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini meminta khusus dibuatkan suvenir daur ulang yang tidak terlalu besar untuk oleh-oleh khas Suroboyo.

“Bu Nanik saya minta buatkan khusus dari daur ulang diajarkan bagi ibu-ibu Pahlawan Ekonomi. Rencananya, Bu Risma saat ke luar negeri akan ditunjukkan. Juga bisa sebagai suvenir wisatawan yang ke Surabaya,” pungkasnya. (wh)