Butuh Konsep Satu Data untuk Pengambilan Kebijakan

Butuh Konsep Satu Data untuk Pengambilan Kebijakan

Kresnayana Yahya.foto:arya wiraraja/enciety.co

Konsep satu data hingga sekarang masih belum dapat terwujud. Hal itu disebabkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya data masih kurang.

“Penyimpanan data menjadi hal yang sangat penting. Hari ini, masyarakat dan pelaku usaha dimudahkan untuk menyimpan data di dunia digital. Namun yang paling penting adalah kesadaran terhadap nilai sebuah data,” ujar Chairperson Enciety Business Consult Kresnayana Yahya dalam acara Perspective Dialogue Radio Suara Surabaya, Jumat (25/9/2020).

Sebenarnya, kata dia, yang paling berkepentingan dalam data ini adalah masyarakat. Karena mereka akan lebih mudah menentukan pilihan dengan memiliki data dan mau mengumpulkan data.

“Konsep satu data ini dapat dijadikan pendorong pengambilan kebijakan. Data dan informasi pemerintah yang akurat dan tingkat pemenuhan standar menjadi visi utama dari konsep tersebut,” papar pria yang mendapat juukan Bapak Statistika Indonesia itu.

Konsep satu data ini, terang dia, mencakup data pembangunan yang dihasilkan lembaga pemerintah. Termasuk data pembangunan yang dihasilkan lembaga pemerintah.

Dari segi cakupan, data yang ada dalam konsep satu data ini berisi data dan informasi yang ada dalam satu peta.

“Nah, satu data ini mendukung penyatuan dan peningkatan mutu dari data yang tersaji dalam informasi, sehingga dapat mempercepat proses penentuan kebijakan dalam satu peta yang dirumuskan oleh pemangku kebijakan,” tegas dia.

Setelah sadar akan pentingnya data, papar Kresnayana, kemampuan menyajikan data menjadi hal yang sangat dibutuhkan. Jika data mudah dipahami, penentu kebijakan juga dapat menentukan kebijakan yang terukur dan terarah. Artinya, penyajian data yang baik dapat membantu para penentu kebijakan secara cepat memutuskan dengan jeli melihat data yang disajikan.

“Untuk itu, mari kita sadar data. Password, data-data pribadi harus dirahasiakan. Contohnya, jangan mudah memberikan nama asli ibu kandung, karena data tersebut merupakan data yang digunakan oleh bank. Data adalah sesuatu yang sangat penting,” ujarnya. (wh)