Busana Tradisional Madura yang Lestari

Busana Tradisional Madura yang Lestari

 

Pergelaran busana daerah diselenggarakan Himpunan Ratna Busana (HRB) bertajuk Pesona Madura berlangsung di Empire Palace Surabaya, Selasa (11/3/2014). Untuk busana pengantin tradisional Madura dilestarikan karena menjadi salah satu bukti adanya perpaduan budaya Madura dan Islam.

Ketua HRB Nuniek Silalahi mengatakan, pergelaran tersebut dipilih untuk mengenalkan busana budaya daerah yang semakin terpinggirkan oleh busana budaya luar negeri. “Busana ini menunjukkan kemurnian desain busana pengantin tradisional Madura. Tidak kalah dengan busana dari luar negeri,” ungkap dia.

Kata Nuniek, busana daerah Madura terlihat dari konsep ganggung yang dipakai pengantin Madura. Ganggung yang dipakai oleh leluhur adalah jenis bunga berwarna hijau dan diambil dari laut. “Bunga jenis ini sering dipakai sebagai pelengkap riasan pengantin Madura,” ujarnya. 

Bunga ganggung ini dikombinasikan dengan beberapa bunga lain, seperti cempaka berwarna kuning atau yang sering disebut bunga kantil. Juga kadang ditambahi dengan bunga melok dan beberapa modifikasi lain yang tidak banyak memberi perubahan pada pakem aslinya.

Sedangkan untuk busana pengantin umumnya memakai baju pengantin berwarna hitam. Berbeda dengan pengantin lilin khas Madura yang justru menggunakan bunga melati. Busana yang dipilih juga berwarna putih tulang. 

“Kenapa dinamai pengantin lilin karena bunga melati yang digunakan ini ditusuk-tusuk sehingga membentuk seperti lilin. Selain itu kenapa pakai melati, karena melati kan asalnya dari Madura sebenarnya,” jlentrehnya.(wh)