Bursa Saham AS Terus Menguat

Wall Street Goyang, 400 Orang Terkaya Kehilangan Dana
Wall Street Goyang, 400 Orang Terkaya Kehilangan Dana

Saham-saham di Amerika Serikat (AS) melonjak dengan indeks S&P 500 naik untuk hari kelima berturut-turut. Kenaikan harga minyak mendorong saham energi dan investor sembari bertaruh Federal Reserve tidak akan menaikkan suku bunga tahun ini.

Namun, data US nonfarm payrolls untuk September menunjukkan pertumbuhan pekerjaan melambat dalam tiga bulan terakhir. Hal ini meningkatkan prospek bahwa tingkat suku bunga akan terus ditahan mendekati nol persen untuk sementara waktu. “Film favorit Wall Street adalah ‘Nightmare on your Street. Jumlah pengangguran memperlihatkan bahwa The Fed mungkin akan terus menunda lebih lama,” kata Chief Investment Officer di Wedbush Management LLC, Stephen Massocca, seperti dilansir dari Reuters, Selasa (5/10/2015).

The Fed, yang belum menaikkan suku bunga sejak bulan Juni 2006, mempertahankan suku bunga acuan tidak berubah pada September, seiring prospek ekonomi dan pasar global yang volatile tidak menentu.

Dow Jones Industrial Average naik 304,06 poin atau 1,85 persen ke 16.776,43, indeks S&P 500 naik 35,69 poin atau 1,83 persen ke 1.987,05 dan Nasdaq Composite menguat 73,49 poin atau 1,56 persen ke 4.781,26.

Semua sektor di indeks S&P utama ditutup lebih tinggi. Dorongan terjadi pada sektor industri dengan kenaikan 3 persen. Sementara sektor melonjak 2,9 persen, didorong oleh kenaikan 1,5 persen pada minyak mentah AS.

Volume perdagangan yang terjadi cukup besar, dengan sekira 7,86 miliar saham berpindah tangan di bursa AS, di atas rata-rata untuk 20 sesi sebelumnya 7,32 miliar saham diperdagangkan. (oke)