BUMD Se-Indonesia Berpeluang Rebut Proyek Infrastruktur

BUMD Se-Indonesia Berpeluang Rebut Proyek Infrastruktur
Direktur Utama PT PWU Arif Afandi

Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Jatim PT Panca Wira Usaha mengajak sejumlah BUMD seluruh Indonesia untuk menangkap program pemerintah. Dimana pemerintah memiliki program peningkatan di bidang energi, maritim, perikanan, dan infrastruktur pada tahun 2015.

Direktur Utama PT PWU Arif Afandi menerangkan program ini merupakan tantangan dan peluang bagi seluruh BUMD di Indonesia. Dia mencontohkan pembangunan yang sudah dilakukan PT PWU (Wira Jatim) mengembangkan kawasan industri di Jawa Timur.

“Ini peluang bagi kita karena sesuai dengan proyeksi pemerintahan baru, pembangunan infastruktur pendukung industri menjadi kebutuhan,” ungkap Arif Afandi yang juga Ketua Umum Badan Kerjasama Badan Usaha Milik Daerah (BKS BUMD), Minggu (14/12/2014).

Dengan kekuatan sekitar 1.200 BUMD seluruh Indonesia, diharapkan membuka peluang bisnis. Masalahnya, sekitar 20 persen BUMD yang dimiliki pemerintah daerah hanya jalan di tempat. Arif mendorong agar BUMD mampu merebut pembangunan infrastuktur yang diprogramkan pemerintah pusat.

“Tentunya dengan berpartisipasi dalam program pemerintah, kita (BUMD) bisa kembali bergairah, sekaligus untuk menyehatkan kembali bisnis milik pemerintah daerah,” sebut Arif. Kiat yang disampaikan di antaranya menggandeng perusahaan lain, seperti BUMN maupun swasta.

Seperti yang dilakukan Wira Jatim sendiri yang berpartisipasi dengan membangun tol Legundi-Bunder bersama PT Waskita Karya (BUMN). Demikian juga dengan ekspansi bisnis dengan salah satu perusahaan BUMN untuk mendirikan inudstri air minum dalam kemasan (AMDK). PWU juga berinvestasi untuk pembangunan gudang di komplek SIER dengan investasi Rp 25 miliar.

Sejumlah proyek lain seperti tol laut di kawasan Indonesia Timur, sektor minyak dan gas (migas) diharapkan bisa direbut BUMD. Dengan dukungan payung Undang-Undang Nomor 22/ 2001 tentang migas dan PP 35/2004 tentang kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi, ada amanat 10 persen participating interest (PI) yang harus dikelola BUMD.

“Kami sudah melakukan pembicaraan dengan Wapres Jusuf Kalla dan sudah mendapatkan arahan agar ada konsolidasi antar BUMD seluruh Indonesia dibawah BKSBUMD ini,” tutunya.

Salah satu langkah konkret dengan menggelar expo bersama BUMD tanggal 17 hingga 19 Desember di JX Internasional Expo, yang diikuti 45 institusi akan hadir. (wh)