Bulog Tunggu Margin Fee dari Pemerintah

Bulog Tunggu Margin Fee dari Pemerintah

Perum Bulog  berharap segera bisa mendapatkan margin fee (dana penjaminan) dari Pemerintah sebesar Rp 1,3 triliun. Dana sebesar ini, akan dipakai untuk pengembangan dan revitalisasi infrastruktur bisnis. Salah satunya  perbaikan dan penambahan gudang.

“Jika margin fee tak diperoleh, maka praktis dilakukan dengan biaya dan kemampuan yang dimiliki dari hasil komersial Bulog selama ini,” terang Direktur Utama Bulog, Sutarto Alimoesa, Kamis (6/2/2014).

Sebelum ini, terang Sutarto, urusan margin fee ini telah disetujui  oleh dua kementerian terkait yakni Kementerian Keuangan dan Kementerian BUMN. “Telah disetujui margin fee sebesar 3,5 persen yang jumlahnya mencapai Rp 1,3 triliun,” terangnya.

Menurut dia, jika Bulog mendapat margin fee, keuntungannya bisa mencapai Rp.1,7 triliun dan akan semakin tumbuh lebih baik. “Kami optimistis mampu menjadi market leader stabilitas pangan yang mampu berdaya saing dan berkompeten dengan meningkatkan dan mengembangkan infrastruktur bisnis modern,” tuturnya.

Selama ini, Bulog telah mampu menjalankan fungsi strategis selama 2013. Fungsi tersebut yakni melalui peran Public Service Obligation (PSO). “Bulog berjalan sesuai dengan keinginan Pemerintah, yaitu mampu menjaga stabilitas harga dan mampu dalam penyediaan beras nasional,” katanya.

Seperti diketahui, Bulog diberi penugasan melalui Instruksi Presiden untuk membeli beras petani kemudian disimpan dan disalurkan. Karena kegiatan panennya tidak rutin setiap bulan,  maka pada saat musim panen, kami lakukan pembelian besar-besaran. Cadangan ini dikeluarkan saat stok di pasar kosong.

Sepanjang 2013 lalu, Bulog berhasil menyalurkan beras sebanyak 3,4 juta ton. Dan sepanjang tahun tersebut tidak melakukan impor karena kebutuhan dan cadangan dalam negeri sangat mencukupi. Artinya, tahun 2013 Bulog telah berhasil menjaga ketahanan pangan nasional.(ram)