Bulog Tunda Impor Gula 340 Ribu Ton

Bulog Tunda Impor Gula 340 Ribu Ton

 

Tahun ini, Perum Bulog mendapatkan jatah alokasi impor gula dari Kementerian Perdagangan sebesar 340 ribu ton. Namun realisasi impor gula ini masih tertunda karena mempertimbangkan produksi dan kebutuhan gula nasional. “Kami saat ini belum mengimpor gula, meski Kemendag sudah memberikan izin impor hingga 340.000 ton sebagai buffer stock (pengadaan stok cadangan). Penundaaan impor gula ini karena masih terjadi perbedaan pendapat. Petani dan pabrik gula (PG) mengatakan stok gula masih cukup,” kata Direktur Utama Perum Bulog Sutarto Alimoeso, Senin (24/3/2014).

Artinya, kata dia, di dalam negeri perlu dibenahi karena adanya dugaan perembesan gula rafinasi ke pasar umum. Pembenahan itu, lanjut dia, perlu dilakukan untuk mengetahui berapa suplai dan permintaan yang sesungguhnya. “Selama itu tidak benahi akan susah. Untuk saat ini, izin belum digunakan karena masih belum jelasnya hal tersebut,” ujarnya.

Meski begitu, kata Sutarto, pihaknya tetap menyiapkan dana yang bersumber dari pinjaman perbankan sebesar Rp 1-2 triliun dalam rangka pengadaan stok cadangan gula nasional sebanyak 340 ribu ton.

Sementara itu, Asosiasi Gula Indonesia (AGI) berharap  Bulog bisa menyerap produksi gula yang surplus.  “Bulog diharapkan berperan sebagai stabilisator harga dalam negeri, idealnya membeli gula dari pabrik gula atau petani dengan harga sesuai mekanisme pasar. Terlebih kini produksi gula tebu lokal surplus,” kata penasehat senior Asosiasi Gula Indonesia, Adig Suwandi.

 Menurut dia, jika Bulog bisa menyerap gula petani, maka tak perlu impor gula mentah yang menjadi bahan gula rafinasi. “Jika penambahan stok gula Bulog dilakukan dengan mendatangkan gula mentah untuk kemudian diolahkan ke pabrik gula rafinasi maupun membeli gula rafinasi dari pasar domestik justru tidak bisa diterima kalangan petani tebu dan pabrik gula,” tambahnya.

Ia mengungkapkan stok gula nasional hingga saat ini lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri sehingga pemerintah tidak perlu melakukan impor gula. Stok gula nasional per 31 Desember 2013 mencapai 1,24 juta ton dan cukup untuk memenuhi kebutuhan hingga tiba masa giling sebagian besar pabrik gula di Pulau Jawa pada Mei 2014.

Jumlah stok itu, lanjut dia, belum termasuk produksi pabrik gula di Sumatera yang melakukan giling pada Februari hingga Mei dengan proyeksi gula sekitar 180 ribu ton. Selain itu, lanjut Adig, masih ada rembesan gula rafinasi di pasar lokal, baik yang terdeteksi melalui audit tim independen sebanyak 110 ribu ton maupun yang tidak terdeteksi. (ram)