Bulan Kesehatan Gigi di RS Gigi dan Mulut Unair

Bulan Kesehatan Gigi di RS Gigi dan Mulut Unair
RS Unair Surabaya. foto: arya wiraraja/enciety.co

Memperingati Bulan Kesehatan Gigi Nasional (BKGN), Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) dan Asosiasi Fakultas Kedokteran Gigi Indonesia (AFDOKGI) menggelar kegiatan edukasi serta pelayanan kesehatan gigi dan mulut gratis di Rumah Sakit Gigi dan Mulut (RSGM) Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Unair Surabaya, Rabu (16/9/2015).

Di tahun keenam ini, BKGN ingin memperluas jangkauan edukasi serta pelayanan pemeriksaan gigi dan mulut bagi masyarakat Indonesia. “Ada 25 PDGI Cabang yang didukung 1.250 Dokter Gigi di seluruh Indonesia yang akan berpartisipasi menyukseskan BKGN 2015,” terang Drg. Farichah Hanum, Ketua PB Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI).

Sementara itu, Prof. H.R.M Coen Pramono D, Ketua AFDOKGI, menegaskan jika indeks gigi berlubang (DMFT), yaitu kerusakan gigi permanen masyarakat Jawa Timur mencapai 5,5 melebihi indeks kerusakan gigi skala nasional sebesar 4,6.

“Menurut data RISKESDAS 2013, komponen terbesar sebanyak 3,8 adalah jumlah gigi permanen yang dicabut atau merupakan sisa akar, sedangkan yang ditambal angkanya masih rendah sekali, yaitu hanya 0,08, dengan adanya BKGN diwilayah Jawa Timur, terutama di Surabaya dan jember maka dapat membantu menekan indeks kerusakan gigi tersebut,” tandas Coen Pramono yang juga Dekan Fakultas Kedokteran Gigi Unair.

Pelaksanaan BKGN 2015 di Unair ini dilaksanakan selama tiga hari, 16-18 September 2015. Dengan melibatkan 290 tenaga kesehatan gigi untuk dapat memberikan pelayanan kesehatan gigi pada 1.000 orang di wilayah Surabaya.

Tahun ini, panitia menarget 50.000 orang di 25 PDGI dan 20 Rumah Sakit Gigi dan Mulut tersebar di 14 Kota di seluruh Indonesia dapat mengikuti kegiatan tersebut. Ini bertujuan mengedukasi dan membiasakan masyarakat Indonesia dapat merawat gigi dan menjaga kesehatan mulut, minimal melakukan kontrol kesehatan ke dokter gigi selama 6 bulan sekali.

Guna mengetahui manfaat penyelenggaraan BKGN, telah dilakukan melakukan survei pada BKGN pada tahun 2014 di 6 Kota. Dari survei tersebut, perilaku hidup sehat terutama bagi generasi muda telah menjadi bagian dari gaya hidup. Itu tercermin dari cara menyikat gigi dengan benar. Sebanyak 63 persen mengaku telah menggosok gigi sebanyak dua kali sehari, bahkan 23 persen di antaranya menyikat gigi sebanyak 3 kali sehari.

Selain itu, hasil survei tersebut juga mengungkapkan jika sebanyak 53 persen pengunjung BKGN pernah mengalami sakit gigi, tapi banyak pula yang tidak pernah ke Dokter Gigi. Alasan utama yang mendorong hal tersebut adalah anggapan biaya ke dokter Ggigi yang mahal dan tidak perlu adanya pemeriksaan yang di lakukan secara periodik ke dokter gigi.

BKGN mampu menarik minat masyarakat untuk dapat memeriksakan kesehatan giginya. Terbukti, ada 23 persen responden BKGN 2014 dan 33 persen reaponden yang sudah setahun tidak memeriksakan giginya dapat memeriksakan gigi di BKGN tahun ini. (wh)