Bulan Ini, Alat Bongkar Muat Didatangkan ke Teluk Lamong

Bulan Ini, Alat Bongkar Muat Didatangkan ke Teluk Lamong

Sejumlah alat bongkar muat yang telah dibeli PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III untuk kegiatan di Teluk Lamong, tiba bertahap mulai akhir bulan ini. Kepastian itu menyusul rencana uji coba Terminal Multipurpose Teluk Lamong pada bulan Mei setelah progres tuntas bulan ini.

Kepala Humas sekaligus juru bicara PT Pelindo III, Edi Priyanto menyatakan tiga alat bongkar muat yang segera tiba adalah  2 unit Ship to Shore Crane (STS), 5 unit Automated Stacking Crane (ASC), dan 1 unit Automotive Terminal Tractor (ATT).

“Alat-alat tersebut dikirim dari berbagai negara. Ada dari China, Spanyol, Finlandia, Prancis, dan Rumania,” kata Edi, Kamis (11/4/2014).

Dia menambahkan kedatangan alat itu secara bertahap mulai bulan ini hingga pertengahan Mei nanti. Sejumlah alat yang dibeli tahun lalu senilai Rp 1,5 triliun itu tiba dari berbagai negara. Untuk Ship to Shore Crane (STS) dikirim dari Nantong, Provinsi Jiangsu, China yang diberangkatkan 20 April dan tiba di Surabaya dua minggu kemudian.

Sedangkan Automated Stacking Crane (ASC) akan dikirim 15 April melalui Dalian, Provinsi Liaoning, China. Automotive Terminal Tractor (ATT) saat ini dalam perjalanan menggunakan kapal dari Prancis menuju Surabaya.

“STS dan ASC memang dirakit di China, berdasarkan lisensi dari Konecranes Finalndia. Di negara itulah kerangka untuk kedua alat dibuat, sedangkan mesin dan instalasi lainnya tetap dari Eropa,” jelasnya.

Sejumlah perlengkapan instalasi seperti kabel, serat optik, dan peralatan pendukung lainnya sudah tiba di Surabaya. tetapi alat tersebut belum bisa dipasang lantaran menunggu proses clearence Bea dan Cukai. Beberapa instalasi itu nantinya akan digunakan untuk mendukung sistem otomatis yang akan digunakan pada Auomated Stacking Crane (ASC).

Senior Manager Pemeliharaan Fasilitas Pelindo III Robby Dayoh selaku penanggungjawab alat memastikan alat bongkar muat itu tidak semuanya bisa langsung digunakan. “Khusus untuk ASC dikirim dalam bentuk terpisah dan dirakit di Surabaya. Sementara proses perakitan dan instalasi memakan waktu 3 minggu,” terangnya.

Robby menambahkan STS dan ATT dikirim dalam bentuk alat utuh dan telah diujicoba sebelumnya diberangkatkan. (wh)