Buku 99 Pelaku Usaha Inspiratif Pahlawan Ekonomi Dilaunching

Buku 99 Pelaku Usaha Inspiratif Pahlawan Ekonomi Dilaunching

Facebook bekerja sama dengan Pahlawan Ekonomi melaunching buku 99 Pelaku Usaha Inspiratif. Kegiatan ini menandai perjalanan 5 tahun program #SheMeansBusiness. Di mana sejak 2016, Facebook di Indonesia telah membantu perempuan pelaku usaha dengan membekali keterampilan digital melalui alat (tools), sumber daya, inspirasi, dan pelatihan yang terkait dengan pemasaran digital.

Ke-99 pelaku usaha yang ditulis di buku ini adalah mereka yang telah memiliki usaha dan mendulang pendapatan dari aktivitas bisnisnya. Produk-produknya telah tersebar ke seluruh Indonesia, bahkan ada yang dikirim ke luar negeri. Selain itu, tak sedikit dari produk-produk mereka yang mengisi gerai-gerai ritel modern.

Bagi Pahlawan Ekonomi, tahun 2021, adalah momentum yang tepat untuk menampilkan 99 pemilik usaha terbaik dari 32.887 keseluruhan peserta. Profil dan kisah sukses perjalanan mereka ditampilkan dalam bentuk buku digital dengan dua versi, yakni Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris.

Momentum ini juga untuk melengkapi perayaan Hari Wanita Sedunia serta Hari Kartini di Indonesia yang sejalan dengan program 2021 Facebook Indonesia, yaitu Sepekan Perempuan Indonesiaku.

Buku ini juga menunjukkan betapa besar manfaat pelatihan yang berhasil mendorong para perempuan pelaku usaha di Surabaya meningkatkan kapasitas bisnisnya dalam jangkauan penjualan lebih luas serta nilai omzet lebih besar dengan memanfaatkan alat bisnis dari Facebook, Instagram, dan WhatsApp. Bahkan, pada situasi pandemi Covid-19 sejak awal tahun 2020, yang “memaksa” pelaku usaha harus bertransformasi total ke bisnis online dengan segala kemampuan kreativitas juga inovasi untuk bertahan hidup dan menjadi lebih tangguh.

Dari pengalaman para pelaku usaha Pahlawan Ekonomi, banyak sekali cerita menarik yang inspiratif bisa memotivasi para parempuan pelaku usaha lain dalam memulai dan mengembangkan bisnis mereka.

Tri Rismaharini, Founder Pahlawan Ekonomi, menyatakan sangat mengapresiasi peluncuran buku ini. Menurut dia, sepuluh tahun Pahlawan Ekonomi telah menghasilkan kinerja yang luar biasa.

Perempuan yang menjabat Menteri Sosial itu, menuturkan, banyak pelaku usaha dulunya seorang buruh, tenaga kerja wanita (TKW), dan ibu rumah tangga biasa yang tak berdaya di bidang ekonomi. “Mereka kemudian memulai usaha dari nol tanpa dibekali permodalan,” cetusnya.

Kata dia, dengan kesungguhan dan ketekunan mereka berhasil menambah pendapatan keluarga, meningkatkan ekonomi, dan menabung untuk masa tuanya. Ada juga yang bisa membeli rumah dan menyekolahkan anak-anaknya hingga perguruan tinggi dan S2.

Tri Rismaharini menceritakan awal terbentuknya Pahlawan Ekonomi. Ketika itu, Pemerintah Kota Surabaya tidak mempunyai uang untuk memberdayakan pelaku usaha, apalagi membantu permodalan. Tidak ada sama sekali.

“Namun program ini bisa berjalan baik dengan bantuan pihak swasta, lembaga pemerintahan, juga Facebook yang pada saat itu belum ada di Indonesia. Mereka datang dari Singapura ke Surabaya langsung untuk membimbing kaum perempuan bisa berjualan secara online,” katanya.

Menurut dia, dengan menggunakan instrumen media sosial, ibu-ibu bisa menjalin pertemanan dan persahabatan yang dulu sama sekali tidak terkait dengan bisnis. Dari situlah komunikasi bisa dibangun hingga mampu meningkatkan income. Mereka pun bisa terus menjalankan aktivitas bisnis karena menjaga relationship (pertemanan).

“Ketika pandemi covid-19 mendera yang meluluhlantakkan sendi-sendi ekonomi, para pelaku usaha ini masih bisa survive. Ini karena sejak awal mereka terbiasa bertransaki secara online. Itulah yang mereka gunakan.  Bahkan di antara mereka ada yang menjadi lebih besar saat pandemi,” paparnya.

Dari situlah Tri Rismaharini percaya, tidak ada yang tidak mungkin. “Semua mungkin asal kita mau berusaha. Kita tak boleh menyerah. Kita akan terhormat di mata Tuhan punya usaha dan bisa membantu orang lain,” pungkasnya. (wh)