Bukan Hanya Transfer Ilmu, Anak Muda Butuh Mewarisi Etos Kerja

Bukan Hanya Transfer Ilmu, Anak Muda Butuh Mewarisi Etos Kerja

Aryo Seno Bagaskoro (pelajar SMAN 5 Surabaya), Linus Nara Pradhana (pelajar SMAN 16 Surabaya), dan Chairperson Enciety Business Consult Kresnayana Yahya, dalam acara Perspective Dialogue di Radio Suara Surabaya, Jumat (19/8/2016).

Anak-anak muda Indonesia saat ini harus mampu disadarkan pentingnya gagasan dan inovasi. Hal tersebut sangatlah penting untuk membawa peradaban baru bagi negara Indonesia ke depan.

Hal itu disampaikan Chairperson Enciety Business Consult Kresnayana Yahya, dalam acara Perspective Dialogue di Radio Suara Surabaya, Jumat (19/8/2016).

Menurut dia, peran orang tua sangatlah penting bagi perkembangan anak muda. Orang tua harus mampu membimbing dan dapat menjadi inspirasi bagi anak-anaknya.

“Bukan hanya transfer ilmu, tapi kita harus mampu mewariskan semangat dan etos kerja. Hal itu sangatlah penting bagi mereka ke depan,” terang Kresnayana.

Dalam kesempatan itu, turut hadir dua siswa Surabaya berprestasi yang memiliki pemikiran inovatif yang perlu diketahui dan dijadikan contoh oleh generasi muda saat ini.

Adalah Linus Nara Pradhana, pelajar SMA Negeri 16 Surabaya. Dengan helm pendingin hasil karyanya, dirinya mendapatkan medali emas dalam kompetisi The 8th International Exhibition for Young Inventors (IEYI) 2012 di Bangkok, Thailand, 28-30 Juni 2012. Helm pendingin buatannya itu telah megantongi hak paten.

Linus bercerita, karya helm pendingin tersebut terinspirasi ayahnya yang saban hari memakai helm mengendarai motor saat pergi kerja. Dia juga melihat banyak orang tidak menggunakan helm dengan alasan kepalanya panas dan keluar keringat. Padahal, keberadaan helm sebagai alat keselamatan megendarai motor sangatlah penting.

“Saya mencoba menciptakan helm yang memiliki pendingin di dalamnya,” terangnya.