Buka Kantor Baru, BNI Target Himpun DPK Rp 5 Miliar

 

Buka Kantor Baru, BNI Target Himpun DPK Rp 5 Miliar

PT Bank Nasional Indonesia (BNI) meresmikan kantor kas baru di Desa Sidomulyo, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik, Jumat (10/10/2014). Dengan investasi pembangunan fisik gedung dan sewa lahan yang tidak disebutkan, CEO BNI Wilayah Surabaya, Dasuki Amsir, mentargetkan kantor kas baru ini untuk bisa menghimpun Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar Rp 50 miliar dalam satu tahun.

“DPK sebesar itu, untuk mendukung CASSA sekitar 60 persennya, jadi DPK dari tabungan dan giro kami targetkan Rp 30 miliar dan Rp 20 miliar untuk deposito dalam satu tahun,” jelas Dasuki, usai meresmikan kantor kas atau yang juga disebut outlet didampingi staf ahli bidang ekonomi dan keuangan Bupati Gresik, Langu Pindingara.

Lebih lanjut, Dasuki menyebutkan, bila dalam catatan yang ada di BNI Wilayah Surabaya, pertumbuhan ekonomi kabupaten Gresik ini mencapai 7,9 persen. Lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi Jatim sebesar 6,9 persen, dan nasional yang hanya 5,9 persen. Karena itulah, BNI menambah kantor pelayanannya untuk lebih dekat dengan para nasabahnya.

“Untuk wilayah Menganti ini, kami melihat potensi bisnisnya yang dari industri, perumahan, dan retail market. Ketiganya ada disini,” lanjut Dasuki. Karena itulah, pihaknya optimis target Rp 50 miliar dalam satu tahun bisa tercapai.

Peresmian kantor kas BNI Menganti ini merupakan yang kedelapan di tahun 2014, yang ditargetkan ada 11 kantor kas sepanjang tahun ini di wilayah Jatim. Yang sudah selesai diresmikan dan operasional, ada delapan kantor kas, diantaranya sekolah Hang Tuah di Sidoarjo, Rambipuji dan Ambulu di Jember, Dapit di Kabupaten Malang, Jajag di Kabupaten Banyuwangi, dan kampus Mojoanyar di Mojokerto serta satu di kompleks SIER Surabaya.

“Masih ada tiga lagi yang masih dalam persiapan, yaitu di komplek kantor PJB Surabaya, Pasar Turi Mall yang akan diresmikan malnya sebentar lagi, dan di terminal 2 Bandara Internasional Juanda,” jelas Dasuki.

Dalam memutuskan untuk pengembangan kantor kas baru, Dasuki menyebutkan, pihaknya melihat prospektif di wilayah tersebut. Kemudian adanya permintaan dari perusahaan yang merupakan nasabah dari Bank BNI, jumlah nasabah perorangan yang ada di daerah itu, dan hasil riset internal dari BNI sendiri.

Didampingi GC Koen Yulianto, Assistant Vice President Head of Network and Service BNI Wilayah Surabaya, Dasuki menyebutkan bila DPK BNI Kantor wilayah Surabaya hingga kwartal III tahun 2014 ini tumbuh 11,14 persen dibandingkan periode yang sama di tahun 2013 atau sudah mencapai Rp 28 triliun. Terbagi menjadi tabungan sebanyak Rp 13,4 triliun, giro sebesar Rp 5,5 triliun, dan deposito mencapai Rp  9,4 triliun. Dengan CASSA masih 67 persen. (wh)