Buka Creativepreneur Corner 2018, Wali Kota Risma Pesan Lima Hal, Apa Saja?

Buka Creativepreneur Corner 2018, Wali Kota Risma Pesan Lima Hal, Apa Saja?

Wali Kota Surabaya Tri Rusmaharini membuka acara Creativepreneur Corner 2018 digelar di JX International Convention Exhbition Surabaya, Minggu (28/1/2018). foto:IDNtimes

Industri kreatif akan berjaya dan justru menunjukkan masa keemasannya di masa mendatang. Hal itu disampaikan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini saat membuka acara Creativepreneur Corner 2018 digelar di JX International Convention Exhbition Surabaya, Minggu (28/1/2018).

Risma mengatakan ini merupakan kali kedua ia diundang di acara yang sama. Sebelumnya, gelaran serupa diadakan di Jakarta, tahun lalu. Risma mengaku selalu antusias bertemu dengan anak muda. Apalagi acara Creativepreneur Corner di Surabaya dihadiri sekitar 1.200 pengunjung.

Risma lalu mengutip data pada tahun 2040 mendatang, anak-anak muda justru yang akan mendominasi populasi dunia.  Dunia anak muda identik dengan kreativitas dan dinamis.

“Jadi, kalau kalian sudah memasuki dunia ini, maka kalian tidak keliru. Karena industri ini akan menjadi tonggak utama perekonomian dunia. Tetapi, kreativitas dan ide-ide baru harus terus digali. Sebab kalau tidak, maka peluang itu akan diambil oleh pesaing,” tutur salah satu wali kota terbaik dunia itu seperti dilansir IDNTimes.

Risma juga mengatakan, selain mencapai era keemasan, industri kreatif tidak akan pernah mati. Walau waktu berlalu, industri kreatif justru menyesuaikan diri dengan perubahan zaman.

“Sebagai contoh, di industri fashion ada celana model tertentu. Kalian nanti akan melihat model celana itu, bisa lagi kembali jadi trend karena sengaja diciptakan oleh kelompok atau perorangan,” beber wali kota perempuan pertama di Surabaya itu.

Risma kemudian mengambil contoh menu pangan martabak yang dilakoni putra sulung Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming.  Melalui martabak yang diberi nama “Markobar”, Gibran bisa memperoleh omzet keuntungan dari satu outlet saja antara Rp 2-5 juta. Sementara, ia kini sudah memiliki 26 outlet yang tersebar di 15 kota di Indonesia. Yang terbaru, ia bahkan ikut melebarkan sayap dengan membuka outlet di Manila, Filipina.

“Gibran itu usahanya hanya martabak, tapi yang membuatnya berbeda, ia berhasil menyesuaikan menu itu dengan cita rasa anak-anak sekarang, makanya bisa laku. Kalau kalian ingin berubah sedikit saja, juga bisa kok,” tutur Risma.