Jadi Buffer Zone, Gresik Perkuat Infrastruktur Bawean

Jadi Buffer Zone, Gresik Perkuat Infrastruktur Bawean

Pemkab Gresik bakal memperkuat berbagai infrastruktur wilayah Kepulauan Bawean. Ini karena Bawean dianggap sebagai buffer zone alias daerah penyangga provinsi. Apalagi Bawean telah ditetapkan sebagai salah satu daerah tujuan wisata unggulan Jatim.

“Kami membangun lapangan terbang perintis, perbaikan jalan, dan peningkatan fasilitas kesehatan di Bawean,” ujar Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemkab Gresik, Tur Silowanto Haryogi.

Dia lalu menjelaskan, berdasarkan Perda Nomor 8/2011 tentang Rencana Tata Ruang dan Wilayah, pola pengembangan Gresik dibagi menjadi lima zona. “Zona 1 Kepulauan Bawean. Tujuan wisata Jatim akan diarahkan disana,” cetus Haryogi

Dia menambahkan, runway lapangan terbang perintis sudah selesai 1.500 meter. “Tapi karena kami ingin pesawat besar bisa mendarat, sehingga ditambah menjadi 1.800 meter atau lebih,” ungkapnya.  Pesawat perintis yang selama ini melayani penerbangan ke Bawean, baru berkapasitas sekitar 30-50 orang.

Jalan sepanjang 16 km di lingkar barat, kini berpaving. Jarak tempuh antara Sangkapura ke Tambak sepanjang 3,5 km, lanjutnya, menjadi tinggal 35 menit. “Sejak 2013 sudah dikerjakan. Targetnya 2014 yang lingkar timur selesai,” ucapnya.

Pun dengan fasilitas kesehatan. Puskesmas yang terletak di kecamatan Sangkapura ditingkatkan menjadi rumah sakit tipe D. Biaya sebesar Rp 25 miliar digelontorkan pemkab untuk mengejar target penyelesaian tahun ini. “Sekarang sudah sekitar 40-50 persen. Kami persiapkan 4 dokter spesialis untuk standby,” imbuhnya.

Tur berharap, dengan adanya upaya pengembangan kawasan Bawean untuk pariwisata tersebut, dapat menyejahterakan masyarakat sekitar. Sebab, lapangan pekerjaan akan bertambah seiring perbaikan fasilitas bagi
industri pariwisata. “Dengan begitu semoga semakin banyak warga yang memilih untuk bekerja dan membangun Bawean daripada lari ke luar negeri,” pungkasnya.(wh)