Budaya Lokal jadi Kekuatan Pasarkan Produk Fashion ke Luar Negeri

Budaya Lokal jadi Kekuatan Pasarkan Produk Fashion ke Luar Negeri

Huraira Burhan, owner Huraira Leather Bag, dalam acara Perspective Dialogue Radio Suara Surabaya, Jumat (18/5/2018). foto: arya wiraraja/enciety.co

Tak banyak pengusaha Indonesia yang sukses memasarkan produknya ke luar negeri. Satu di antaranya Siti Huraira Burhan, owner Huraira Leather Bag. Perempuan berjilbab itu, mampu memasarakan produk fashion sampai ke macanegara.

“Misi utama saya adalah memperkenalkan produk lokal Indonesia diakui kualitasnya di dunia fashion internasional. Visi saya ini untuk mengharumkan nama Indonesia di dunia fashion luar negeri,” kata Siti Huraira Burhan, owner Huraira Leather Bag, dalam acara Perspective Dialogue Radio Suara Surabaya, Jumat (18/5/2018).

Dalam acara yang dipandu Kresnayana Yahya, Chairperson Enciety Business Consult itu, Siti mengatakan pihaknya sengaja mengangkat tema-tema budaya lokal untuk mengharumkan nama Indonesia melalui produk fashion. Cara itu dianggap cukup efektif.

“Contohnya, ketika saya membuat tas kulit lukis dengan tema waterfall series, tas-tas hasil kreasi saya itu menarik perhatian dalam acara Indonesia Fashion Week yang digelar beberapa waktu lalu itu,” kata Siti.

Dia mengaku, jalan yang ditempuh untuk menghidupkan brand lokal hingga mampu tembus pasar international sangat berat. Ia mengaku, untuk mengangkat label produk usahanya harus banting tulang tak kenal waktu dan lelah.

“Awal memulai usaha dulu, saya berupaya keras untuk meningkatkan kualitas tas saya dengan lebih banyak membuat produk-produk kreatif yang dicari pasar,” paparnya.

Untuk inspirasi mode, Siti mengaku mendapatkan banyak referensi dari berbagai produk tas baru di pasaran. Setelah itu, ia menciptakan produk dengan kreativitas yang dimiliki.

“Segmen pasar yang kita pilih tidaklah mudah, kalangan middle up. Tantangannya jauh lebih berat karena butuh kualitas dan inovasi produk. Makin tinggi pasarnya, makin banyak pula kualifikasi yang wajib kita penuhi,” tutur Siti.

Dia lalu mencontohkan, jika pengusaha ingin menyasar pasar international, salah satu syarat utamanya melengkapi dokumen-dokumen penting yang telah diatur dalam undang-undang.

“Selain melengkapi berbagai dokumen, kita juga dituntut bisa menyediakan produk premium yang tidak boleh cacat sedikit pun. Kalau resletingnya yang macet atau jahitan yang kurang halus, produk kita tidak akan dipesan lagi karena diangkap jelek. Jadi, mulailah mencermati setiap detail usaha Anda jika ingin sukses,” papar dia. (wh)