Buat Kapal Selam, PT PAL Dapat Suntikan Rp 2 T

Buat Kapal Selam, PT PAL Dapat Suntikan Rp 2 T

Pemerintah dan Komisi I DPR menyepakati suntikan dana dari penyertaan modal negara untuk PT PAL. Dana 250 juta dollar AS itu secara bertahap akan dianggarkan lewat APBN-P 2014 dan akan digunakan untuk membangun infrastruktur pembuatan kapal selam.

Menteri BUMN Dahlan Iskan mengatakan, penyertaan modal negara (PMN) yang akan diberikan itu bersifat khusus. Tujuannya bukan untuk menguatkan PT PAL yang kesulitan bisnis, melainkan membuat infrastruktur pembuatan kapal selam terkait kepentingan pertahanan. Hal ini sesuai kontrak pengadaan kapal selam antara Indonesia dan Korea Selatan.

Salah satu bagian dari transfer teknologi adalah pembuatan kapal selam ketiga di PT PAL. Syaratnya, PT PAL harus menyediakan infrastruktur pada November 2014. Padahal, hingga saat ini, belum ada anggaran untuk membangun infrastruktur itu.

”Saya ingin hati-hati dengan PMN ini karena sudah banyak opini negatif soal PMN,” kata Dahlan Iskan dalam rapat kerja dengan Komisi I.

Hadir juga dalam rapat Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro, Wakil Menteri Keuangan Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro, Panglima TNI Jenderal Moeldoko, dan Kepala Staf TNI AL Laksamana Marsetio.

Komisi I dan pemerintah sepakat, biaya 250 juta dollar AS itu akan diberikan bertahap dengan skema PMN dimulai dari APBN-P 2014 sebesar 188 juta dollar AS atau sekitar Rp 2 triliun. Sebelumnya, Kementerian BUMN akan mengusahakan pendanaan dalam bentuk lain.

Kepala Staf TNI AL Laksanama Marsetio mengatakan, Indonesia butuh 12 kapal selam. Dua kapal selam yang ada saat ini akan habis masa pakainya pada 2020. Dua kapal selam itu harus diperbaiki setiap dua tahun dengan biaya sekitar 70 juta dollar AS di luar negeri. Tiga kapal selam pesanan dari Korsel ini secara bertahap selesai 2017 hingga 2020. Saat ini sedang dijajaki juga pembelian kapal selam Kilo dari Rusia. (kps/bh)