Bu Nyai Jatim Jajaki Gurihnya Bisnis Kue Kering Diah Cookies

Bu Nyai Jatim Jajaki Gurihnya Bisnis Kue Kering Diah Cookies

foto:arya wiraraja/enciety.co

Diah Cookies kembali menjadi jujugan masyarakat yang ingin belajar merintis bisnis kuliner. Kali ini, rombongan Bu Nyai dan pengurus Pondok Pesantren Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) NU Jawa Timurberkunjung ke Rumah Produksi Diah Cookies, Jalan Ketandan Baru, Surabaya, Minggu (15/9/2019).

Rombongan Bu Nyai ditemui Diah Arfianti, owner Diah Cookies yang bergabung dengan Pahlawan Ekonomi Surabaya, 2014. Mereka mendapatkan penjelasan banyak hal terkait bisnis kue kering.

Diah lalu menuturkan pengalamannya. Saat itu, tidak banyak orang berpikir jika kue kering bisa dinikmati setiap hari. Bukan di momen-momen tertentu saja. Semisal, Lebaran dan Natal  “Saya coba menyakinkan hal itu. Alhamdulillah, ada hasilnya,” tutur dia.

Diah juga mengungkapkan tantangan usaha kuliner. Katanya, keinginan pasar itu terus berubah-ubah. Karena itu, wajib memahami selera konsumen.

“Untuk menyiasati hal itu tentu harus berinovasi. Buat produk baru. Saat ini, Diah Cookies punya lebih dari 30 jenis cookies yang berbeda,” papar Diah.

Setelah itu, imbuh Diah, strategi yang dilakukan memilih varian paling diminati pasar. Ini berguna menghemat ongkos produksi. Dengan begitu, kita dapat mengalokasikan modal untuk kebutuhan usaha lainnya.

“Biasanya kita tentukan dari produk best seller, atau produk yang paling sering dipesan. Nah, kita fokus atau lebih sering produksi produk tersebut, karena produk itu yang sering laku. Tapi untuk produk-produk lain tidak kita tinggal. Kalau ada pesanan, ya kita buatkan,” tegasnya.

Terkait promosi, Diah menggunakan media sosial Facebook, Instagram dan WhatsApp. Ini karena untuk membangun pasar sebaiknya mulai dari orang-orang terdekat.

“Pasar saya teman-teman dekat. Setelah itu meningkat ke yang lain. Saya tertolong getok tular yang dilakukan kawan-kawan. Alhamdulillah, berkat hal itu saat ini produk saya dikenal masyarakat luas. Kue kering yang identik dikonsumsi Lebaran, sekarang bisa dinikmati sehari-hari,” kupas Diah.

Setelah mengikuti pemaparan, Bu Nyai dan Pengurus Pondok Pesantren RMI menyempatkan mampir ke gerai Diah Cookies yang lokasinya hanya beberapa meter dari rumah produksi. Di sana mereka memborong produk Diah Cookies untuk oleh-oleh. (wh)