Bu Nyai Jatim Belajar Olah Limbah jadi Produk Bernilai Tinggi

Bu Nyai Jatim Belajar Olah Limbah jadi Produk Bernilai Tinggi

Bu Nyai mengunjungi Bengkel Kriya Daun 9996. foto: arya wiraraja/enciety.co

Para Bu Nyai dan para pengasuh pondok pesantren (Ponpes) Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) NU Jawa Timur kembali mengunjungi kegiatan pelaku usaha Pahlawan Ekonomi Surabaya.

Dari 136 orang ikut rombongan dibagi menjadi tiga kelompok. Masing-masing kelompok diajak berkunjung ke tempat produksi pelaku usaha. Yakni, Bengkel Kriya Daun 9996 di Jalan Ngagel Mulyo, Pawon Kue di Jalan Rungkut Lor, dan Diah Cookies di Jalan Ketandan Baru.

Nanik Heri, owner Bengkel Kriya Daun 9996, mengungkapkan jika para Bu Nyai dan Pengasuh Ponpes RMI NU Jatim diajak melihat dapur produk miliknya. Melihat kegiatan produksi. Belajar mengolah limbah daun.

“Bu Nyai ingin tahu teknik membuat daun kering jadi produk bernilai ekonomi tinggi,” terang Nanik yang juga koordinator mentor creative industry Pahlawan Ekonomi itu.

Dijelaskan Nanik, yang terpenting dari membuat produk handicraft adalah kreativitas. Untuk bahan dan model produk dapat disesuaikan dengan desain yang dibuat.

“Terutama untuk bahan, Bu Nyai bisa memanfaatkan bahan-bahan asli yang ada di daerahnya masing-masing. Itulah kenapa jiwa kreativitas dalam melihat potensi bahan di daerah harus dipahami mereka,” cetus dia.

Fatmiasri, salah seorang Bu Nyai rombongan RMI Jawa Timur, mengaku sangat bersyukur mengikuti pelatihan Pahlawan Ekonomi Surabaya.

“Kami ingin pengurus ponpes dapat belajar. Sebenarnya, di tempat kita banyak yang punya usaha. Seperti menjual minuman khas, kerupuk dan masih banyak lagi,” tegasnya.

Lewat pelatihan Pahlawan Ekonomi, Fatmiasri menyatakan sangat terispirasi. “Ini bekal untuk mengembangkan usaha di tempat tinggal kami,” ucapnya. (wh)