BTN Tawarkan Bunga Murah buat Rumah Menengah Atas

BTN Tawarkan Bunga Murah buat Rumah Menengah Atas
foto: bisnis.com

Suku bunga rendah untuk kredit pemilikan rumah (KPR) kini bukan hanya dikhususkan untuk pembelian rumah masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), tetapi juga bisa dinikmati pembeli rumah menengah dan menengah atas. Pemberian suku bunga murah untuk pembelian rumah menengah atas ini diharapkan bisa membantu pemerintah dalam mencapai target pembangunan satu juta rumah tahun ini.

“Skema kredit dengan tingkat bunga murah ini diharapkan bisa dimanfaatkan masyarakat untuk membeli rumah dengan mudah, murah dan cepat,” ucap Direktur BTN, Mansyur S Nasution kepada pers di Jakarta, Senin (12/10/2015).

Lewat program ini, BTN memberikan tingkat bunga fixed rate 7,5 persen selama dua tahun. Untuk tahap pertama, BTN mnggandeng 27 pengembangan menengah atas di sejumlah wilayah, seperti Jabodetabek, Surabaya, Serang, Makasar dan sejumlah kota lainnya.

Lewat kerja sama ini, BTN ingin mendukung pengembang dalam memberikan suku bunga murah bagi calon nasabah KPR. “Kami melakukan sinergi dengan pengembang dengan harapan bisa membantu pemeritah mewujudkan target pemerintah realisasi pembangunan sejuta rumah yang ditetapkan oleh pemerintah tahun ini,” kata Mansyur.

Pemerintah berharap bisa membangun satu juta rumah sepanjang 2015 untuk mengejar gap ketersediaan rumah bagi masyarakat yang kini telah mencapai lebih dari 13 juta  rumah.  Terdapat tiga segmen yang disasar dalam program sejuta rumah, yakni masyarakat berpendapatan rendah, berpendapatan rendah-menengah, dan menengah. “Kerjasama dengan 27 pengembang ini lebih pada sasaran rumah menengah dan menengah atas,” tegas Mansyur.

Setidaknya ada sekitar 137 proyek dari 27 pengembang seperti Ciputra Grup, Duta Putra Grup, PP Properti, Adhi Persada, Gapura Prima Grup, Buana Kassiti Group, Lippo Homes dan yang lainnya. “Kami akan mengajak pengembang yang lebih banyak dan siap untuk bersinergi dalam memberikan suku bunga murah. Kerjasama ini adalah awal sekaligus menjadi motivasi kepada pengembang lain untuk ikut memberikan dukungan dan bersinergi dengan BTN,” kata Mansyur.

Banyak hal yang dapat dikembangkan untuk dapat bekerjasama dalam mendukung program sejuta rumah yang ditetapkan oleh pemerintah. BTN bersama pengembang akan memberikan dukungan penuh demi kesuksesan program tersebut.

Data BTN mencatat sepanjang Agustus 2015 total asetnya mencapai Rp.163,5 Triliun, laju kredit sebesar Rp.129,2 Triliun dengan  Dana Pihak Ketiga sekitar Rp.122 Triliun dan laba lebih dari Rp1 triliun. Kredit perseroan tumbuh sekitar 19,02 persen  atau berada diatas rata-rata industri bulan Juli 2015 pada kisaran 9,7 persen. (wh)