Bros Daun Semanggi, Oleh-Oleh Khas Surabaya

Bros Daun Semanggi, Oleh-Oleh Khas Surabaya

Pelatihan creative industry Pahlawan Ekonomi di Kaza City Mall. foto: arya wiraraja/enciety.co

Aksesoris khas Kota Surabaya. Begitulah tema pelatihan creative industry aksesoris Pahlawan Ekonomi yang diadakan di Kaza City Mall, Minggu (25/8/2019).

“Pelatihan kali ini fokus membuat bros kawat wayer daun semanggi,” tutur Yayuk Surat, mentor creative industry.

Dia lalu mengatakan, dalam beberapa kali kesempatan, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengingatkan untuk membuat oleh-oleh khas Surabaya. Itu sebabnya digelar pelatihan membuat bros daun semanggi.

Untuk membuat produk tersebut, terang Yayuk, dibutuhkan beberapa bahan yang tidak terlampau sulit dicari. Yakni, kawat wayer, manik-manik, dan kawat pin bros. Untuk alat-alat yang dibutuhkan tang potong dan tang jepit.

“Ini menggunakan teknik lilit. Tantangannya membentuk kawat wayer dengan bantuan alat tang jepit. Untuk membentuknya butuh sentuhan seni. Jadi harus banyak latihan supaya bentuknya menyerupai daun semanggi,” papar perempuan berjilbab ini.

Yayuk juga menjelaskan bros daun semanggi punya nilai ekonomi yang tinggi. Selain itu, produk ini punya pasar yang jelas.

“Peminatnya minat banyak. Di berbagai pameran, bros ini selalu laris manis. Jika belum dihias dengan manik-manik, jualanya Rp 20 ribuan per buah. Tapi jika telah ditambahkan manik-manik, bisa dijual Rp 50 ribu per buah,” ungkap Yayuk. (wh)