Bromo Masih jadi Andalan Wisata Jatim

 

Bromo Masih jadi Andalan Wisata Jatim

Wisata Gunung Bromo sampai saat ini masih menjadi primadona bagi wisatawan asing. Keindahan alam dan padang pasirnya terbukti masih menjadi magnet pengusaha travel di Jatim  untuk menjadikan paket kunjungan utama yang dijual pada kegiatan  pariwisata bertaraf internasional Majapahit Travel Fair (MTF) ke-15 tahun 2014. “Posisinya Bromo belum tergeserkan,” kata Kadisbudpar Jatim, Jarianto.

Data yang dirilis Disbudpar Jatim hingga akhir tahun 2013, Bromo menjadi tujuan utama para wisman. Ada 28.992 orang mengunjungi Bromo. Ditanya apakah ada pengaruhnya dengan kejadian meletusnya Gunung Kelud terhadap kunjungan ke Bromo?

“Pengaruhnya jelas ada, tapi negara lain tidak terlalu mempermasalahkan pada MTF kali ini. Tidak ada yang tanya soal gunung berapi. Bromo juga ada peningkatan, tapi Bromo selalu berkah, tidak ada muntahan Bromo yang membuat rugi, selalu untungkan masyarakat sekitar,” jelasnya.

Setelah Bromo, menurut Jariyanto,  kunjungan wisman terbesar berikutnya adalah House of Sampoerna Surabaya 16.366 orang, Ciputra Waterpark Surabaya 11.675 orang, Cubanrondo Malang 10.923 orang, Situs Megalitikum Bondowoso 9.034 orang, Masjid Cheng Ho Surabaya 6.065 orang, Pantai Ria Kenjeran 4.532 orang, 4.319 Taman Safari Pasuruan, 4.315 orang ke Kawah Ijen, dan 3.858 orang ke Plengkung G-Land Banyuwangi.

Untuk tingkat kunjungan wisatawan nusantara (Wisnus) di Jatim terbesar di Makam Ibrahim Asmoro kondi Tuban 1.830.393 orang, Makam Sunan Ampel 1.768.661 orang, Makam Sunan Giri Surabaya 1.588.742 orang, Makam Sunan Bonang Tuban 1.529.706 orang, Taman Ria Kenjeran 1.276.016 orang, Air Mata Ibu Bangkalan 1.089.970 orang, Makam Gus Dur Jombang 1.088.070 orang, Makam Maulana Malik Ibrahim Gresik 870.237 orang, Makam Bung Karno Blitar 818.771 dan Perpustakaan Bung Karno 760.120 orang. (ram)