BPS: Jumlah Penduduk Miskin Jatim 30,4 Persen

 

BPS: Jumlah Penduduk Miskin Jatim 30,4 Persen

Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jatim mencatat pertumbuhan penduduk Jawa dan Madura meningkat signifikan. Dalam kurun waktu setahun saja, peningkatan penduduk mencapai 1,5 juta jiwa.

Kepala BPS Jatim M Sairi Hasbullah mencatat, saat ini jumlah penduduk di Jawa dan Madura diperkirakan lebih dari 138.178.400 jiwa. Ini tumbuh 1.567.810 jiwa dibanding survei yang dilakukan pada 2010 lalu, yang hanya 136.610.590 jiwa.

“Jumlah 138 juta jiwa itu dari hasil survei pada 2013 lalu. Artinya dimungkinkan peningkatan jumlah penduduk akan terus terjadi di Jawa dan Madura,” terangnya kepada enciety.co, Jumat (26/9/2014).

Selain itu, peningkatan jumlah penduduk juga terjadi di Jawa Timur. Dari jumlah penduduk 37.476.757 jiwa pada 2010, meninggkat menjadi 38.363.200 pada 2013.

“Padahal pada awal 2000-an lalu, jumlah penduduk di Jatim baru 34.783.640 jiwa. Artinya dalam kurun waktu lebih dari 13 tahun, penduduk Jatim meningkat hingga 3.579.560 jiwa,” ungkapnya.

Peningkatan jumlah penduduk ini, jelas Sairi, berdampak pada prosentase penduduk kelas menengah ke atas yang jumlahnya kian meningakat. Pada tahun 2013, prosentase kelas menengah ke atas mencapai 69,6 persen dari total jumlah penduduk Jatim.

“Sedangkan untuk penduduk Jatim yang masih rentan, prosentasenya masih cukup tinggi yakni 30,4 persen dari total jumlah penduduk Jatim,” bebernya.

Artinya meski kelas menengah di Jawa Timur saat ini cukup tinggi, namun penduduk yang masih berada di garis kemiskinan juga cukup tinggi.

“Dari data ini dapat kita lihat pertumbuhan penduduk yang tinggi harus dibarengi dengan pemerataan pendapatan warga Jatim itu sendiri,” jelas dia. (wh)