BPS: Juli 2017, Inflasi Jatim Capai 0,15 Persen

BPS: Juli 2017, Inflasi Jatim Capai 0,15 Persen

Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur mencatat, pada Bulan Juli 2017 Jawa Timur mengalami inflasi sebesar 0,15 persen.

Kepala BPS Jatim Teguh Pramono menjelaskan, dari 8 Kota yang menghitung Inflasi, enam kota mengalami inflasi dan 2 kota mengalami deflasi.

Kata dia, inflasi paling tinggi yaitu 0,30 persen terjadi di Kota Malang sedangkan inflasi terendah di Kota Jember yaitu sebesar 0,07 persen. Dua Kota yang mengalami deflasi ialah Kota Kediri dan Kota Probolinggo yang masing-masing mencapai 0,11 persen dan 0,07 persen.

“Kelompok pengeluaran yang mengalami inflasi tertinggi ialah Kelompok Makanan Jadi, Minuman, Rokok dan Tembakau yang mencapai 0,40 persen, sedangkan kelompok terendah ialah Kelompok Bahan Makanan yang deflasi sebesar 0,17 persen,” kupasnya, Rabu (2/7/2017).

Komoditas utama yang memberikan andil terbesar terjadinya inflasi di Jawa Timur bulan Juli 2017 adalah angkutan udara, telur ayam ras, dan bawang merah. Sedangkan komoditas yang memberikan andil terbesar deflasi ialah bawang putih, daging ayam ras, dan emas perhiasan.

“Kami mencatat, laju inflasi tahun kalender Jawa Timur di bulan Juli 2017 mencapai 3,12 persen, angka ini lebih tinggi dibanding tahun kalender Juli 2016 yang hanya sebesar 1,85 persen,” kata dia.

Dijelaskan kembali oleh dia, laju inflasi tahun ke tahun (yoy) Jawa Timur di bulan Juli 2017 mencapai 4,02 persen, angka ini sedikit lebih tinggi dibanding Juli 2016 yang hanya sebesar 3,19 persen. Lebih lanjut, dia menjelaskan, pada Juli 2017 semua ibukota provinsi di pulau Jawa mengalami inflasi kecuali kota Bandung yang menagalami deflasi 0,27 persen.

“Inflasi tertinggi terjadi di Kota Serang yang mencapai 0,60 persen sedangkan inflasi terendah terjadi di Kota Surabaya sebesar 0,15 persen,” kupasnya. (wh)