BPS Jatim : Pengangguran Terbuka Bertambah 0,29 Persen

BPS Jatim : Pengangguran Terbuka Bertambah 0,29 Persen
sumber foto: tempo

Februari 2015 Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Jawa Timur mencapai 4,31 persen atau bertambah 0,29 persen dibanding Februari 2014. Namun, jika dibandingkan dengan Agustus 2014, TPT bertambah 0,17 persen.

Kepala Baadan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur M Sairi Hasbullah di Surabaya, Senin (18/5/2015), mengatakan keadaan ketenagakerjaan di Jawa Timur pada Februari 2015 menggambarkan dengan menurunnya  jumlah angkatan kerja maupun jumlah penduduk yang bekerja sehingga belum dapat menurunkan tingkat pengangguran terbuka selama setahun terakhir.

Hal ini dikarenakan diduga lapangan pekerjaan yang tersedia belum dapat menampung tingginya angkatan kerja di Jawa Timur, bahkan jumlah penduduk yang bekerja menjadi berkurang.

Jumlah angkatan kerja di Jawa Timur berkurang berkurang 25.000 orang dalah kurun waktu setahun atau Februari 2014-Februari 2015. Sedangkan penduduk yang bekerja berkurang 85.000 orang dibandingkan setahun  atau Februari tahun lalu yang kemungkinan sebagaian menjadi pengangguran. Hal ini dpat dilihat bahwa bahwa jumlah pengangguran menjadi bertambah 60.000 orang jika dibandikan dengan keadaan setahun sebelumnya.

Indikator utama ketenagakerjaan yang sering digunakan sebagai indikasi keberhasilan dalam menangani masalah pengangguran adalah tingkat pengangguran terbuka yang merupakan perbandingan antara jumlah penganggur terhadap jumlah angkatan kerja. Tingkat pengguran terbuka di Jawa Timur sejak Februari 2014 sampai dengan Februari 2015 mengalami peningkatan dari 2,02 persen menjaadi 4,31 persen.

Sementara penduduk yang bekerja di sektor pertanian, berkurang sebanyak 119 ribu orang  atau 1,62 persen, sektor pertambangan dan penggalian 34 ribu orang atau 20,09 persen, industri pengolahan berkurang 64 ribu orang tau 2,24 persen.  listrik, gas dan air minum 8 ribu orang atau 22,5 persen, sektor perdagangan dan transportasi masing-masing sebesar 4,24 persen dan 12, 85 persen. Sedangkan sektor konstruksi, lembaga keuangan dan jasa-jasa bertambah masing-masing 18,12 persen, 17,32 persen dan 4,19 persen.

Status pekerjaan utama sebagai buruh/karyawan mencapai 6,46 juta orang atau 32,66 persen, berusaha dibantu buruh tidak tetap sebesar 3,77 juta orang atau 17,72 persen), dan berusaha sendiri 3,14 juta orang atau 15,88 persen. Jumlah pekerja tidak dibayar mencapai 3,29 juta orang atau 16,63 persen dari jumlah penduduk yang bekerja. Pekerja dengan jam kerja di atas 35 jam per minggu tercatat 13,39 juta orang atau 67,61 persen atau naik 0,97 persen dibanding Februari 2014 sebanyak 13,25 juta orang atau 66,65 persen.

Pekerja di Jawa Timur paling banyak berpendidikan rendah atau setingkat Sekolah Dasar (SD) ke bawah, yaitu 10,19 juta orang (49,23 persen), sedangkan pekerja dengan pendidikan tinggi setingkat pendidikan diploma ke atas hanya sekitar 1,83 juta orang (8,82 persen), selebihnya adalah pendidikan menengah. (wh)