BPS: Industri Manufaktur Besar-Sedang Tumbuh 2,16 Persen

BPS: Industri Manufaktur Besar-Sedang Tumbuh 2,16 Persen

Triwulan I-2015 (q to q) industri manufaktur besar dan sedang di Jawa Timur mengalami kenaikan pertumbuhan produksi 2,16 persen. Jika dibandingkan dengan pertumbuhan pada triwulan IV-2014 sebesar 2,50 persen, ini artinya mengalami perlambatan 0,34 persen.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur M.Sairi Hasbullah di kantornya Jln Kendangsari Industri, Surabaya, Jumat (12/6) mengatakan, untuk pertumbuhan produksi industri manufaktur triwulan I-2015 jika dibanding  dengan pertumbuhan produksi industri manufaktur besar dan sedang nasional periode sama juga mengalami kontraksi 0,71 persen. Maka pertumbuhan produksi manufaktur Jawa Timur lebih tinggi 2,87 persen.

Industri manufaktur besar dan sedang di Jawa Timur yang mengalami pertumbuhan atau kenaikan produksi pada triwulan I – 2015 adalah sebagai berikut : Industri pengolahan tembakau naik 5,25 persen, industri angkut naik 2,84 persen, industri tekstil naik 1,26 persen dan industri karet dan karet plastic naik 0,70 persen.

Pertumbuhan produksi manufaktur besar dan sedang  Jawa Timur yang mengalami kontraksi atau turun adalah kelompok : industri kendaraan motor trailer dan semi trailer turun 12,18 persen. Diikuti industri kulit dan bahan barang dari kulit turun 7,51 persen dan industri farmasi dan produk obat kimia turun 5,54 persen.

Sementara pertumbuhan produksi industri manufaktur besar dan sedang Jatim pada triwulan I – 2015 secara total mengalami pertumbuhan 4,66 persen dibandingkan dengan triwulan I – 2014 (y on y).     Namun jika dibandingkan dengan pertumbuhan produksi industri secara nasional yang tumbuh 5,05 persen, maka pertumbuhan produksi industri manufaktur besar dan sedang di Jatim lebih rendah 0,39 persen.

Tiga jenis industri manufaktur besar dan sedang di Jawa Timur yang mengalami pertumbuhan produksi tertinggi pada triwulan I – 2015 dibandingkan dengan produksi pada triwulan yang sama pada tahun 2014 (y on y), yaitu: industri barang dari logam bukan mesin dan peralatannya naik sebesar 8,60 persen.. Industri makanan naik  7,90 persen. Industri farmasi, produk obat kimia dan obat tradisional naik 5,57 persen.

Pertumbuhan minus/penurunan produksi manufaktur besar dan sedang di Jawa Timur  lima besar terendah  terjadi pada kelompok : Industri pakaian jadi turun ebesar 19,28 persen.

Disusul industri kulit barang dari kulit dan alas kaki turun ebesar 18,35 persen, industri kayu barang kayu, gabus, barang ayaman dari bambu dan rotan sejenis  turun 10.70 persen. Kemudian industri karet dan barang dari karet serta plastik turun sebesar 9,74 persen dan industri tekstil turun sebesar 9,43 persen. (wh)